SketsaNusantara.id - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Indonesia menyatakan sikap tegas terkait penetapan 14 aksi massa dalam demo Hari Buruh 1 Mei 2025 lalu.
Lewat akun Instagram @bemfibui dan bemui_official, aliansi BEM se-UI menentang segala tindakan represif yang diduga dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap 14 massa aksi, di mana 4 di antaranya merupakan anggota tim medis.
Pernyataan ini muncul usai ke-14 massa aksi yang ditetapkan sebagai tersangka dipanggil oleh Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan pada Selasa, 3 Juni 2025 kemarin.
Selain itu, dalam pernyataannya, aliansi BEM se-UI juga menuntutk sejumlah hal kepada pihak kepolisian, salah satunya terkait status tersangka yang disematkan kepada 14 massa aksi.
“Cabut status tersangka dan hentikan proses penyidikan 14 massa aksi yang menjadi korban kriminalisasi dalam aksi Hari Buruh 1 Mei,” tulis aliansi BEM se-UI dalam pernyataannya.
Pihak Aliansi BEM se-UI juga mendesak pihak kepolisian untuk membebaskan tanpa syarat massa aksi tersebut.
Tuntutan kedua Aliansi BEM se-UI yakni meminta agar segala bentuk kriminalisasi dan tindakan represif terhadap massa aksi dihentikan.
Selain itu, mereka juga meminta untuk dilakukan pengusutan dan pemberian sanksi tegas kepada oknum aparat kepolisian yang diduga melakukan tindak kekerasan fisik saat selama pengamanan demo.
Dan tuntutan terakhir yang ditujukan kepada Kapolri berisi permintaan untuk mengevaluasi total prosedur serta pelaksanaan pengamanan aksi massa di kepolisian.
Dalam pernyataan sikap yang dirilis 2 Juni 2025 ini, Aliansi BEM se-UI juga kembali menyinggung aksi kekerasan fisik yang di alami 3 rekannya yang juga ditetapkan sebagai tersangka.
Artikel Terkait
Misteri Siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember DIkabarkan Hilang saat Magang di Perairan Madura, Diduga Korban Mengalami Perundungan
3 Bulan Jadi Stafsus Menhan, Deddy Corbuzier Disebut Sudah Lapor LHKPN ke KPK! Berapa Harta Kekayaan Sang Mentalis?
Kasus Covid-19 Naik Lagi di 2025, Menkes Sebut Varian Tidak Mematikan dan Masyarakat Diminta Tak Panik, Ini Penjelasannya
Profil Lee Jae-myung Presiden Korea Selatan yang Baru, Mantan Buruh Pabrik yang Pernah Putus Sekolah
Dari Lereng Merapi ke Pasar Global: Batik Parang Kaliurang Tembus Pasar Muslim Lewat Desa BRILiaN BRI
Trump Bikin Panik, Simak 5 Pernyataan LPDP tentang Kejelasan Kelangsungan Studi Mahasiswa Indonesia di Amerika