Melalui program Desa BRILiaN, BRI mendampingi Menuk dan para pelaku UMKM lainnya dengan pelatihan manajemen usaha, promosi, hingga fasilitas pameran. Langkah-langkah ini memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan usaha.
“Kami sangat berharap BRI terus menjadi mitra kami dalam tumbuh dan berkembang, terutama melalui pelatihan, pendampingan, dan akses untuk memperluas pasar. Kami ingin membawa batik khas Kaliurang ini dikenal lebih luas lagi,” harap Menuk.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, mengatakan bahwa Desa BRILiaN bukan sekadar program CSR biasa. Ia menegaskan bahwa pendekatannya terstruktur dan strategis untuk mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Melalui program pemberdayaan yang terstruktur dan sinergi dengan berbagai pihak, kami percaya desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya. “UMKM seperti Batik Parang Kaliurang adalah contoh nyata bagaimana semangat inovasi dan kolaborasi dapat menghadirkan perubahan positif di tingkat lokal.”
Dengan kolaborasi antara lembaga keuangan dan pelaku usaha kreatif seperti Menuk, terbuka harapan besar bagi produk lokal untuk melangkah lebih jauh. Dari Kaliurang untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Usaha Camilan Lawas Ini Bangkit Bersama BRI: Slondok Sleman Kini Jadi Andalan Oleh-Oleh Wisatawan
Fokus Himpun Dana Murah, BRI Cetak Rp934 Triliun CASA di Q1 2025, Efisiensi Meningkat Lewat BRImo dan AgenBRILink
Apply Kartu Kredit BRI Lebih Cepat dan Aman Lewat Website, Nikmati Cashback hingga 3 Persen dan Cicilan 0 Persen
Libur Panjang, Transaksi Tetap Lancar: BRI Optimalkan BRImo, AgenBRILink, dan Ribuan ATM Seluruh Indonesia
70 UMKM Ikuti Program Sertifikasi Halal BRI Peduli, Langkah Strategis untuk Hadapi Persaingan Global