Kamis, 4 Juni 2026

Dari Lereng Merapi ke Pasar Global: Batik Parang Kaliurang Tembus Pasar Muslim Lewat Desa BRILiaN BRI

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 4 Juni 2025 | 10:09 WIB
BRI Parang Kaliurang naik kelas bersama BRI. (Dok. BRI)
BRI Parang Kaliurang naik kelas bersama BRI. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan kembali mendapat sorotan lewat kiprah salah satu desa binaannya. Kalurahan Hargobinangun, yang berada di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu dari 40 besar Desa BRILiaN tahun 2023.

Di desa yang berada tepat di lereng Gunung Merapi itu, lahirlah sebuah produk UMKM unggulan bernama Batik Parang Kaliurang.

Produk batik khas ini digagas oleh Menuk Sayekti, perempuan pelaku UMKM lokal yang telah merintis usaha batiknya sejak tahun 2007.

Baca Juga: Kredit Usaha Rakyat BRI Capai Rp54,9 Triliun per April 2025, Dorong UMKM dan Sektor Produksi Tumbuh Pesat

Dari Pelatihan Jumputan ke Identitas Batik Merapi

Menuk memulai usahanya dengan mengikuti pelatihan membuat jumputan bersama ibu-ibu sekitar desanya. Namun, semangat untuk berkembang mendorongnya mencoba teknik batik tulis dan cap. Titik balik muncul pasca-erupsi Merapi 2010, ketika ia mengikuti pelatihan membatik dan mulai mengembangkan motif khas yang ia beri nama Batik Parang Kaliurang.

Motif-motif yang diangkat Menuk tak lepas dari lanskap dan flora lereng Merapi, seperti bunga edelweis, anggrek hutan, serta kontur gunung. Ia memadukan unsur visual itu dengan motif parang, yang menurutnya mengandung filosofi mendalam.

“Kami ingin membawa filosofi motif parang yang melambangkan kekuatan dan keteguhan ke dalam batik kami. Dari awal, saya ingin agar produk ini bukan sekadar kain, tapi juga punya cerita dan jiwa,” ujar Menuk Sayekti.

Baca Juga: UMKM Kopi Binaan BRI Bikin Bangga: Tembus Pameran Kopi Dunia di AS dan Catat Potensi Transaksi Hampir Rp15 Miliar!

Konsistensinya menjaga kualitas dan semangat inovasi membuat Batik Parang Kaliurang punya ciri khas: setiap desain dibuat dalam edisi terbatas dan tidak diproduksi ulang. Strategi ini menjaga eksklusivitas dan menjawab kebutuhan konsumen yang ingin produk unik.

Wisata Kreatif dan Sertifikasi Halal sebagai Kunci

Menuk tak hanya menjual produk batik, tetapi juga mengembangkan wisata edukatif di desanya. Wisatawan yang berkunjung ke Kaliurang kini bisa merasakan langsung pengalaman membatik lewat workshop singkat. Inisiatif ini membuka ruang interaksi budaya dan edukasi, sekaligus memperkenalkan batik kepada generasi muda.

Lebih jauh, komitmen terhadap kualitas mendorong Menuk untuk mengantongi sertifikasi halal. Dengan status tersebut, Batik Parang Kaliurang kini semakin percaya diri menyasar segmen pasar nasional hingga global, terutama konsumen muslim.

BRI Hadir Mendampingi dan Mendorong Naik Kelas

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X