Kamis, 4 Juni 2026

Kasus Covid-19 Naik Lagi di 2025, Menkes Sebut Varian Tidak Mematikan dan Masyarakat Diminta Tak Panik, Ini Penjelasannya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 4 Juni 2025 | 09:30 WIB
Ilustrasi Covid-19 dan HMPV, 2 virus yang menyerang saluran pernapasan. Kementerian Kesehatan mengonfirmasi bahwa kasus Covid-19 di Indonesia kembali menunjukkan tren kenaikan.  (Freepik/kjpargeter)
Ilustrasi Covid-19 dan HMPV, 2 virus yang menyerang saluran pernapasan. Kementerian Kesehatan mengonfirmasi bahwa kasus Covid-19 di Indonesia kembali menunjukkan tren kenaikan. (Freepik/kjpargeter)

SketsaNusantara.id - Peningkatan jumlah kasus Covid-19 kembali terjadi di Indonesia pada pertengahan 2025.

Kementerian Kesehatan mengonfirmasi bahwa tren kenaikan ini terpantau dalam beberapa pekan terakhir, terutama di pusat-pusat pengawasan yang tersebar di sejumlah wilayah.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa masyarakat tidak perlu cemas berlebihan.

Baca Juga: Waspada Lonjakan COVID-19 di Asia, Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Cegah Penyebaran di Indonesia

Menurutnya, varian virus yang beredar saat ini tidak termasuk dalam kategori mematikan ataupun berbahaya secara klinis.

“Kenaikan ini (Covid-19) adalah varian yang relatif tidak mematikan. Jadi, enggak usah terlalu dikhawatirkan supaya masyarakat nggak panik,” ujar Budi Gunadi kepada wartawan usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 Juni 2025.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 2,5 jam, sejak pukul 15.39 WIB hingga 18.06 WIB, Menkes melaporkan secara langsung perkembangan pandemi kepada Presiden.

Baca Juga: Terjadi Peningkatan COVID-19 di Luar Negeri, Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Keluarkan SE Untuk Rumah Sakit dan Puskesmas

Ia menyampaikan bahwa meskipun ada lonjakan kasus, pemerintah masih bisa mengendalikan situasi dengan langkah mitigasi dan pemantauan yang terstruktur.

“Mengenai Covid datanya seperti apa,” kata Budi singkat saat ditanya wartawan. Ia menambahkan, berdasarkan sistem pengawasan, lonjakan kasus belum tergolong mengkhawatirkan.

“Masih ‘odometer’-nya puluhan. Itu pun terpantau di beberapa pusat surveillance yang kami monitor,” jelasnya.

Artinya, jumlah kasus masih dalam skala kecil dan terkendali. Tidak ada lonjakan tajam pada angka kematian maupun angka keterisian tempat tidur di fasilitas kesehatan. Pemerintah juga tidak mengaktifkan kembali protokol darurat seperti pada masa awal pandemi 2020–2021.

Varian Baru Tak Berdampak Signifikan pada Rumah Sakit

Budi menegaskan bahwa karakteristik virus yang kini beredar sangat berbeda dibandingkan varian-varian sebelumnya. Meski penularannya tetap harus diwaspadai, gejala yang ditimbulkan umumnya ringan, dan sebagian besar pasien tidak memerlukan perawatan intensif.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X