SketsaNusantara.id - Peningkatan jumlah kasus Covid-19 kembali terjadi di Indonesia pada pertengahan 2025.
Kementerian Kesehatan mengonfirmasi bahwa tren kenaikan ini terpantau dalam beberapa pekan terakhir, terutama di pusat-pusat pengawasan yang tersebar di sejumlah wilayah.
Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa masyarakat tidak perlu cemas berlebihan.
Baca Juga: Waspada Lonjakan COVID-19 di Asia, Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Cegah Penyebaran di Indonesia
Menurutnya, varian virus yang beredar saat ini tidak termasuk dalam kategori mematikan ataupun berbahaya secara klinis.
“Kenaikan ini (Covid-19) adalah varian yang relatif tidak mematikan. Jadi, enggak usah terlalu dikhawatirkan supaya masyarakat nggak panik,” ujar Budi Gunadi kepada wartawan usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 Juni 2025.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama 2,5 jam, sejak pukul 15.39 WIB hingga 18.06 WIB, Menkes melaporkan secara langsung perkembangan pandemi kepada Presiden.
Ia menyampaikan bahwa meskipun ada lonjakan kasus, pemerintah masih bisa mengendalikan situasi dengan langkah mitigasi dan pemantauan yang terstruktur.
“Mengenai Covid datanya seperti apa,” kata Budi singkat saat ditanya wartawan. Ia menambahkan, berdasarkan sistem pengawasan, lonjakan kasus belum tergolong mengkhawatirkan.
“Masih ‘odometer’-nya puluhan. Itu pun terpantau di beberapa pusat surveillance yang kami monitor,” jelasnya.
Artinya, jumlah kasus masih dalam skala kecil dan terkendali. Tidak ada lonjakan tajam pada angka kematian maupun angka keterisian tempat tidur di fasilitas kesehatan. Pemerintah juga tidak mengaktifkan kembali protokol darurat seperti pada masa awal pandemi 2020–2021.
Varian Baru Tak Berdampak Signifikan pada Rumah Sakit
Budi menegaskan bahwa karakteristik virus yang kini beredar sangat berbeda dibandingkan varian-varian sebelumnya. Meski penularannya tetap harus diwaspadai, gejala yang ditimbulkan umumnya ringan, dan sebagian besar pasien tidak memerlukan perawatan intensif.
Artikel Terkait
Kondisi Terbaru Atalia Praratya, Istri Cagub Jakarta Ridwan Kamil Pasca Dinyatakan Positif Covid-19
Profil Dharma Pongrekun, Calon Gubernur Jakarta yang Sebut Covid Agenda Asing, Lulusan Akpol Berpangkat Jenderal Bintang 3
5 Kontroversi Dharma Pongrekun, Percaya Konspirasi Covid hingga Sebut LGBT Sudah Disiapkan Sejak TK
Inul Daratista Sakit Apa? Istri Adam Suseno Perlu Perawatan Khusus dan Merasa Lebih Parah dari Covid-19
4 Perbedaan HMPV dan Covid-19, Sama-Sama Virus yang Menyerang Saluran Pernapasan hingga Miliki Gejala Seperti Flu