SketsaNusantara.id - Setia Budi Tarigan, ayah Christiano Tarigan akhirnya muncul di publik 7 hari setelah insiden kecelakaan yang menewaskan Argo Ericko terjadi.
Dalam video yang diunggah akun X @ilhampid, Setia Budi Tarigan yang mengenakan kaos hitam itu mengungkapkan beberapa hal dalm pernyataannya.
Salah satunya meminta maaf lantaran dirinya selaku pihak keluarga pelaku baru muncul di hadapan publik.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena baru saat ini memberikan penjelasan atas berita-berita yang berkembang terkait kecelakaan anak saya,” ungkapnya.
Ia mengatakan, salah satu alasan dirinya baru memberikan pernyataan terkait kasus sang putra lantaran ingin memberikan waktu berkabung kepada pihak keluarga korban.
“Karena saya mengjormati keluarga almarhum yang sedang berduka dalam melewati masa berkabung ini,” imbuhnya.
Selain itu, lulusan Universitas Sumatera Utara ini juga mengungkapkan beberapa hal yang ia lakukan belakangan ini.
Salah satunya yakni melakukan pendampingian terhadap Christiano Tarugan dalam menghadapi proses hukum.
Selanjutnya, pria yang duduk di kursi Direktur Operasional salah satu perusahaan leasing di Indonesia ini juga menyampaikan rasa duka atas berpulangnya Argo Ericko Achfandi yang tak lain adalah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang melibatkan putranya.
“Izinkan kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya,” terangnya lagi.
Sementara itu, perkembangan terbaru dalam kasus ini yakni status kemahasiswaan Christiano Tarigan yang dinonaktifkan sementara oleh pihak UGM.
Artikel Terkait
Berikan Edukasi Sembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat, DMI Diwek Jombang Gandeng Juleha Gelar Pelatihan
Kecam Kasus Bullying yang Berujung Maut di SD Riau, SETARA Institute : Negara Jangan Tutup Mata
Polres Indragiri Hulu Bantah Isu SARA dalam Kasus Tewasnya Siswa Kelas 2 SD di Riau, Keluarga Korban Soroti Dugaan Bullying
Moment Unik dan Tak Biasa! Bupati Jember Gus Fawait Bagikan 1847 SK PPPK di Pinggi Pantai Watu Ulo
Segudang Program Andalan Dipaparkan Bupati Jember Gus Fawait pada Resepsi Puncak Perjalanan 100 Hari Kerja