SketsaNusantara.id - Kasus perudungan yang dialami salah seorang murid kelas 2 SD di Riau hanya satu dari sekian banyak tindak bullying yang terjadi di dunia pendidikan yang kini juga terjadi di tingkat sekolah dasar.
Hal ini tentu cukup memprihatinkan, sehingga banyak pihak yang turut menyoroti kasus-kasus bullying terutama yang terjadi di lingkungan sekolah hingga universitas.
Seperti yang diketahui, pada 26 Mei 2025 lalu, seorang anak kelas 2 SD di Riau menjadi korban bullying hingga meninggal dunia.
Korban yang berinisial KB diduga menjadi korban perundungan disertai kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh beberapa orang anak kelas 6 SD.
Perundungan yang terjadi diduga dipicu sikap intoleransi para terduga pelaku terhadap korban yang diketahui menganut agama yang berbeda serta berasal dari suku lain.
Karena perbedaan tersebut, terduga pelaku diyakini tega menyiksa dengan cara merusak ban sepeda hingga memukul korban.
Tanpa disadari, korban dipukul pada bagian vital yang kemudian membengkak hingga terasa sakit hingga ke pinggang.
Korban yang sempat demam tinggi akhirnya harus kehilangan nyawa meski telah mendapatkan penanganan dari rumah sakit setempat.
Melihat kejadian ini, SETARA Intitute sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial dan mengutamakan isu kesetaraan martabat manusia, angkat suara serta memberikan kecaman keras kepada negara.
Artikel Terkait
Detik-Detik Taryana Diselamatkan dari Longsor Gunung Kuda: Terjebak 30 Menit, Telepon Teman Pakai Ponsel
Terungkap! Bayi Dijual Bermodus Adopsi, Polres Ngawi Ungkap Sindikat yang Sasar Ibu Hamil Ekonomi Lemah
Jam Malam Resmi untuk Pelajar Jabar Mulai Juni, Tak Boleh Keluar Pukul 21.00–04.00, Ini Ancaman jika Dilanggar
Pemerintah Jelaskan Alasan Memblokir Internet Archive, Ada Alasan Genting terkait Konten Digital
Cemburu Buta, Pria Siram Air Keras ke Mantan Istri dan Pasangan Barunya di Kemayoran, Polisi Ungkap Motif Pelaku