SketsaNusantara.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi UGM mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus kecelakaan yang menewaskan Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum UGM.
Christiano Tarigan, pengemudi BMW yang menabrak Argo hingga meninggal diketahui merupakan anggota sekaligus fungsioner HIPMI PT UGM periode 2024-2025.
Usai kasus kecelakaan yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025 tersebut viral, HIPMI UGM segera merilis pernyataan sikap lewat akun Instagramnya @hipmiptugm.
Ada 4 poin yang disampaikan HIPMI UGM dalam unggahan Insta Story tanggal 25 Mei 2025 malam.
Pertama, pengurus HIPMI UGM periode 2024-2025 menyampaikan rasa bela sungkawa atas meninggalnya Argo Erickho yang merupakan mahasiswa Hukum UGM angkatan 2024.
Selanjutnya, HIPMI PT UGM menyatakan sikapnya terkait status keanggotaan dan jabatan. Christiano Tarigan.
Berdasarkan hasil rapat pengurus yang dilaksnaakan pada Minggu, 25 Mei 2025, HIPMI UGM secara resmi menonaktifkan status keanggotaan Christano Tarigan.
“Berdasarkan hasil keputusan rapat pengurus HIPMI PT UGM pada Minggu, 25 Mei 2025, status keanggotaan Sdr Christiano resmi dinonaktifkan,” begitu isi pernyataan nomor 3 HIPMI UGM.
Dan terakhir, HIPMI UGM juga memberikan dukungan atas proses hukum yang berlaku.
Sekaligus menuntut pengusutan tuntas kecelakaan yang terjadi di Jalan Palagan, Sleman tersebut.
Artikel Terkait
Heboh Kabar Pemasangan Eskalator di Candi Borobudur Jelang Kunjungan Presiden Prabowo, Netizen: Relate sama Status Gibran
Resto Ayam Goreng Widuran Solo Punya Siapa? Heboh Kontroversi Rumah Makan Legendaris yang Berdiri Sejak 1973, Ternyata Menjual Produk Non Halal
Bakal Dikirim ke Barak Militer? Gubernur Jawa Barat Geram Suporter Rusak Stadion GBLA saat Rayakan Kemenangan Persib Bandung: Tak Ada Toleransi...
Benarkah Pesan Ayam Saja di Ayam Goreng Solo Widuran Sudah Aman? Inilah Fakta Kontaminasi Silang Makanan Halal
Dedi Mulyadi Disebut Mulyono Jilid 2, Gubernur Jawa Barat: Marketing yang Terbaik...
Bocoran Skema Subsidi BBM dan Listrik Tahun 2026, Pemerintah Siapkan Filter Baru agar Tak Boros APBN