Kamis, 4 Juni 2026

Resto Ayam Goreng Widuran Solo Punya Siapa? Heboh Kontroversi Rumah Makan Legendaris yang Berdiri Sejak 1973, Ternyata Menjual Produk Non Halal

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Mei 2025 | 07:00 WIB
Potret resto ayam goreng Widuran Solo yang ternyata menjual produk kremesan non halal karena digoreng menggunakan minyak babi (Instagram/ayamgorengwiduransolo)
Potret resto ayam goreng Widuran Solo yang ternyata menjual produk kremesan non halal karena digoreng menggunakan minyak babi (Instagram/ayamgorengwiduransolo)

SketsaNusantara.id - Rumah makan legendaris, Ayam Goreng Widuran Solo, tengah menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa produk yang dijual ternyata non halal.

Restoran yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, ini telah menjadi ikon kuliner sejak berdiri pada tahun 1973.

Namun, salah satu menu andalannya, kremes ayam goreng baru diketahui merupakan produk non halal karena digoreng menggunakan minyak babi.

Baca Juga: Ramai Diperbincangkan, Pihak Manajemen Resto Ayam Goreng di Solo Akhirnya Rilis Pemberitahuan

Status non-halal yang baru-baru ini diungkapkan salah satu warganet, memicu kehebohan, kekecewaan, dan banjir ulasan negatif dari pelanggan, khususnya dari pembeli Muslim, yang merasa tertipu karena tidak mengetahui informasi tersebut sebelumnya.

Kehebohan ini bermula dari unggahan di media sosial, termasuk akun Thread @pedalranger, yang mengungkap bahwa kremesan ayam goreng di Widuran digoreng menggunakan minyak babi, sehingga menjadikan restoran tersebut berlabel non-halal.

Banyak pelanggan Muslim mengaku terkejut karena selama ini mengira seluruh menu di restoran ini halal, karena tidak ada pemberitahuan atau keterangan tertulis mengenai status kehalalan.

Akibatnya, restoran ini menerima banyak ulasan negatif bahkan ada yang memberikan bintang satu di Google Review.

Baca Juga: Ramai sejak 1967, Warung Legendaris di Jember Ini Tak Gentar Digempur Resto Mie Viral dan Kekinian

Salah satu pelanggan mengungkapkan kekecewaannya di media sosial karena tidak diinformasikan tentang status non-halal di resto tersebut, meskipun ia datang bersama keluarga yang berhijab.

Pembeli lain yang beragama Islam juga merasa kecewa karena pegawai resto Ayam Goreng Widuran tidak memberi tahu pelanggan berhijab tentang status makanan non halal.

Menanggapi kontroversi ini, manajemen Ayam Goreng Widuran, melalui akun Instagram resmi @ayamgorengwiduransolo, mengeluarkan pernyataan resmi yang diunggah pada hari Sabtu, 24 Mei 2025.

Baca Juga: Bule Aja Suka! 5 Warung Legendaris di Jember, Kuliner Khas Kota Tembakau yang Patut Dicoba, Ada Gudeg Dicampur Pecel?

Mereka meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan menegaskan bahwa keterangan "Non-Halal" kini telah dicantumkan secara jelas di seluruh outlet, media sosial, dan Google Maps.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @ayamgorengwiduransolo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X