Salah satu karyawan menjelaskan bahwa menu kremesan menjadikan resto ayam goreng Widuran berstatus non-halal karena penggunaan minyak babi dalam proses penggorengan, sedangkan ayamnya halal.
Ia juga menyebutkan bahwa mayoritas pelanggan restoran sejak awal berdiri adalah non-Muslim, sehingga isu ini jarang menjadi perhatian sebelum menjadi viral.
Menjadi perbincangan hangat di media sosial, tak banyak warganet yang penasaran restoran ayam goreng ini, termasuk pemilik atau manajemen toko yang tak luput jadi sorotan publik.
Lantas, siapa pemilik resto ayam goreng Widuran? Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id, diketahui restoran ini dikelola seorang pengusaha keturunan Tionghoa bernama Indra.
Ayam Goreng Widuran dikenal dengan ayam kampung goreng berbumbu rempah tradisional dan disajikan dengan kremesan renyah yang menjadi daya tarik utama.
Menurut informasi dari berbagai sumber, Indra telah lama mengelola restoran ini, meneruskan bisnis keluarganya. Ia mengelola toko elama puluhan tahun, menjaga cita rasa khas ayam goreng dengan metode memasak tradisional tanpa pengawet.
Menu andalannya meliputi ayam goreng utuh yang dibanderol dengan harga hingga Rp130.000 per ekor, ayam goreng potongan paha/dada seharga Rp33.000 dan kremesan (non halal) seharga Rp25.000.
Baca Juga: Restoran Non Halal Legendaris Sejak Indonesia Baru Merdeka, Ala Rumahan Peranakan Lawas di Muntilan
Dalam beberapa foto yang beredar, tampak rak makanan di resto ayam goreng Widuran tertulis label non-halal yang ditujukan untuk menu kremesan.
Restoran legendaris ini cukup terkenal di Solo dan juga memiliki cabang di Bali yang menawarkan menu boks serta frozen food untuk menjangkau pelanggan lebih luas.
Setelah restoran ini viral karena menjual produk non-halal, Dinas Perdagangan Kota Solo menyatakan akan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
Kepala Kemenag Surakarta menegaskan pentingnya transparansi status kehalalan produk demi melindungi konsumen terutama bagi umat muslim.
Meski menu non-halal ini telah diberi label, Ayam Goreng Widuran tetap ramai dikunjungi, terutama oleh pelanggan non-Muslim.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Sedang Santap Sahur dan Ingin Nyemil, Ganta Nyaris Makan Sosis Non-Halal: Lain Kali Lebih Teliti…
Siapa Hamzah Sulaiman? Mengenal Sosok di Balik Karakter Raminten Jogja yang Legendaris, Punya Gelar dari Keraton Yogyakarta!
Bertahan Sejak Tahun 1986, Icip Cita Rasa Warung Soto Ayam Legendaris di Kota Malang, Sajian Melimpah yang Murah Meriah untuk Obat Lapar anak Kos
Sajian Legendaris Pati dari Hutan Kemiri Warisan Para Petani saat Istirahat di Sawah, Konon Diolah karena Rakyat Jelata Tak Mampu Beli Daging
Menguak Misteri di Balik Petilasan Mbah Demang, Sosok Legendaris Pembabat Alas Jember, Utusan Wali yang Konon Dekat dengan Majapahit
Pemandian Patemon Punya Siapa? Viral Area Wisata Legendaris Jember yang Berdiri sejak 1982, Ternyata Dibangun di Atas Lahan Milik Warga