Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa penyusunan regulasi teknis kini sedang berlangsung di masing-masing kementerian terkait.
"Sekarang tinggal disusun di tiap kementerian. Tapi semua harus tuntas sebelum 5 Juni," jelas Susi.
Ia menegaskan bahwa serangkaian insentif tersebut memiliki satu tujuan utama, yaitu meningkatkan daya beli masyarakat yang pada akhirnya bisa mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai catatan, pada kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 4,87 persen. Pemerintah berharap angka tersebut bisa naik menjadi 5 persen di kuartal kedua, dengan dukungan dari kebijakan fiskal yang digulirkan awal Juni nanti.
Program diskon listrik yang menyasar kelompok rumah tangga berdaya rendah dinilai sebagai langkah strategis untuk langsung menyentuh lapisan masyarakat bawah yang paling rentan terhadap tekanan ekonomi.
Dengan cakupan lebih terbatas namun tetap signifikan, pemerintah berharap bantuan ini dapat menjadi pemicu percepatan pemulihan konsumsi dan menjaga stabilitas ekonomi jelang semester kedua 2025.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Dari Arus Sungai ke Arus Listrik, Desa Jatihurip Jadi Model Energi Bersih Berkat PLTMH BRI Peduli
Menjelajahi Kampung Terpencil di Lereng Argopuro Jember, Bekas Perkebunan Kopi yang Dihuni 42 KK Ini Dialiri Listrik dari PLTSa
Trending X! Heboh Sebagian Negara Eropa Mendadak Listrik Mati, Blackout Bikin Panik hingga Transportasi Lumpuh Total, Penyebabnya Masih Misterius!
Polytron Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertama 6 Mei 2025, Harga Ramah Kantong dan Spesifikasi Canggih
Pulau Bali Mengalami Mati Listrik, Lalu Lintas Kacau dan Penerbangan Terhenti hingga Melumpuhkan Aktivitas Masyarakat, Apa Penyebabnya?