SketsaNusantara.id - Pandji Pragiwaksono kembali melontarkan kritik tajam. Kali ini, sasarannya adalah sahabatnya sendiri, Deddy Corbuzier.
Dalam perbincangannya dengan musisi Baskara Putra alias Hindia, Pandji menyentil posisi Deddy sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan.
Kritik itu mencuat dalam konten "Skakmat" yang tayang di kanal Youtube Pandji pada Rabu, 14 Mei 2025, saat keduanya membahas keresahan atas RUU Polri yang dianggap membatasi kebebasan berekspresi di internet.
Menurut Pandji, kehadiran sosok seperti Deddy di lingkaran kekuasaan terasa tak ada gunanya jika tidak bersuara terhadap regulasi yang bisa membungkam para konten kreator.
Pandji dan Baskara membahas pasal-pasal dalam RUU Polri yang dinilai memberi kewenangan lebih besar kepada polisi terhadap aktivitas di ruang digital. Baskara melihat, hal itu mengancam kebebasan berpendapat, terutama bagi para seniman dan kreator.
Menurut Baskara, RUU Polri berpotensi mengubah internet menjadi ruang publik yang sepenuhnya berada di bawah yurisdiksi polisi. Ia khawatir video atau konten yang dianggap mengganggu bisa dihapus secara legal, tanpa ruang banding.
"Terutama sebagai seniman ya. Gue merasa itu sensor yang berubah bentuk aja," ujar Baskara.
RUU ini, menurutnya, menyimpan risiko besar terhadap kemerdekaan berekspresi, terutama jika tafsir terhadap kritik dikaitkan dengan ancaman terhadap negara.
Pandji pun menanggapi dengan nada kritis, mempertanyakan fungsi pejabat publik seperti Deddy Corbuzier yang dulu begitu lantang menolak RUU Penyiaran, tetapi kini terlihat diam terhadap ancaman baru di ranah digital.
Baginya, kehadiran influencer atau figur publik dalam pemerintahan semestinya tidak hanya simbolis. Pandji menilai peran seperti Staf Khusus harusnya digunakan untuk menyuarakan keresahan kreator digital, bukan sekadar mendukung program-program populis yang tidak berkaitan langsung dengan kebebasan berekspresi.
Ia juga menyinggung bahwa Deddy pernah mengajaknya berdiskusi untuk menolak RUU Penyiaran yang saat itu menjadi isu hangat karena berpotensi membatasi konten di media sosial. Kini, ketika ada ancaman serupa lewat RUU Polri, Pandji merasa suara tersebut menghilang.
Artikel Terkait
Nyelekit! Ini Alasan Pandji Pragiwaksono Ogah Timnas Dilatih Patrick Kluivert: Dia Nggak Punya Nilai-Nilai...
Vokal Kritik Perpolitikan Indonesia, Pandji Pragiwaksono Akui Tak Takut Diserang Buzzer dan Kenal dengan Mereka
Pandji Pragiwaksono Tertawakan Deddy Corbuzier yang Dihujat Usai Pamer Keracunan Makan Steak 6 Juta: Botak Kocak!
Banyak jadi Sorotan, Pandji Pragiwaksono Sindir Pernyataan Ketua DPR RI Soal Usulan Dana Program Makan Bergizi Gratis
Dugaan Agenda di Balik Tagar 'Kabur Aja Dulu', Pandji Sebut Ada yang Mendapatkan Keuntungan dari Jeleknya Nama Pemerintah