SketsaNusantara.id - Musim haji kembali tiba. Umat Muslim dari seluruh dunia kini memulai perjalanan spiritualnya menuju Tanah Suci di Makkah, Arab Saudi.
Bagi calon jemaah asal Indonesia, kini tersedia beberapa skema haji yang bisa dipilih. Selain haji reguler, ada pula opsi haji khusus dan haji furoda.
Haji reguler memang lebih terjangkau, namun waktu tunggunya bisa mencapai puluhan tahun. Sementara haji khusus dan haji furoda menjadi solusi bagi mereka yang ingin berangkat lebih cepat, meski dengan biaya yang lebih tinggi.
Apa sebenarnya perbedaan antara haji khusus dan haji furoda? Berikut penjelasan lengkapnya yang dirangkum dari situs Kemenag.go.id.
Dalam sistem penyelenggaraan haji di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memberikan tiga opsi bagi umat Muslim: haji reguler, haji khusus, dan haji furoda. Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan, baik dari segi waktu tunggu, biaya, maupun fasilitas.
Apa Itu Haji Khusus dan Haji Furoda?
Haji khusus atau yang lebih dikenal dengan istilah ONH Plus adalah skema haji yang diselenggarakan oleh pihak swasta yang mendapatkan izin dari Kemenag sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Haji ini tetap mengambil porsi dari kuota nasional yang telah ditentukan pemerintah.
Pada tahun 2025, sebanyak 17.680 jemaah tercatat sebagai peserta haji khusus. Angka ini mewakili 8 persen dari total kuota haji nasional. Meskipun tetap menunggu giliran, waktu tunggu haji khusus jauh lebih singkat dibanding haji reguler, yakni antara 5 hingga 9 tahun.
Sementara itu, haji furoda merupakan skema haji non-kuota, karena visa yang digunakan adalah visa mujamalah, yakni undangan langsung dari pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu, jemaah haji furoda tidak perlu menunggu lama dan bisa berangkat di tahun yang sama.
Biaya Haji Khusus dan Haji Furoda
Biaya menjadi faktor paling mencolok dalam membedakan kedua jenis haji ini. Untuk tahun 2025, estimasi biaya haji khusus berada di kisaran 8.000 dollar AS atau sekitar Rp134,7 juta. Biaya ini mencakup berbagai fasilitas tambahan dibanding haji reguler.
Artikel Terkait
Venna Melinda Bertemu Haji Faisal dan Oma Gala, Bahas Soal Fuji dan Verrell Bramasta? Ibunda Athalla Naufal: Aku Mau Nangis...
Sosok Mardijah: Kisah Lansia di Jember yang Menabung sejak Muda untuk Menunaikan Ibadah Haji
Siapa Nyai Nur Fadilah? Jemaah Haji yang Wafat saat Perjalanan Haji Ternyata Guru Pondok Pesantren di Sidoarjo, Kini Dimakamkan di Baqi Madinah
Aisar Khaled Minta Maaf hingga Panggil Fuji dalam Podcast Densu, Anak Bungsu Haji Faisal Justru Sedang Asyik Lakukan Ini Bareng Verrel Bramasta
Jemaah Haji 2025 Wajib Catat! Begini Jadwal Rencana Perjalanan Ibadah Haji Tahun yang Dirilis Pemerintah