Kamis, 4 Juni 2026

Dicetuskan Zaman Kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri, Intip Sejarah Hari Buku Nasional yang Diselenggarakan pada Tanggal 17 Mei Setiap Tahun

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Rabu, 14 Mei 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi sejarah Hari Buku Nasional yang diselenggarakan setiap 17 Mei.  (Freepik / jannoon028)
Ilustrasi sejarah Hari Buku Nasional yang diselenggarakan setiap 17 Mei. (Freepik / jannoon028)

SketsaNusantara.id- Mengenal sejarah di balik peringatan Hari Buku Nasional yang diselenggarakan setiap tahunnya.

Peringatan tersebut ternyata pertama kali dicetuskan oleh Abdul Malik Fadjar. Ia merupakan Menteri Pendidikan Nasional dalam Kabinet Gotong Royong masa Priseden Megawati Soekarnoputri.

Tak disangka, ada alasan di balik dipilihnya 17 Mei sebagai peringatan Hari Buku Nasional, apa itu?

Baca Juga: Kumpulan Link Download Twibbon Menyambut Hari Buku Nasional 2025 Desain Keren dan Terbaru untuk Bagikan di Medsos

Pemilihan tanggal tersebut tentu dilandaskan sebuah momen yang tentu penuh dengan makna sejarah.

Ternyata 17 Mei dipilih sebagai tanggal Hari Buku Nasional sesuai dengan berdirinya Perpustakaan Nasional.

Perpustakaan Nasional berdiri pada 17 Mei 1980 silam. Selain sejarah di atas, juga ada landasan dari diadakannya Harbuknas.

Baca Juga: Besok Banget Nih, Apa Sejarah Hari Tari Sedunia? Membongkar Teka-Teki di Balik Tanggal 29 April Untuk Hari Penting Peringatan Karya Seni Terindah

Malik Fadjar mencetuskan momen tersebut dengan tujuan untuk menumbuhkan minat literasi warga Indonesia.

Mengingat pada saat itu dinilai sangat rendah untuk kualitas baca dan literasi masyarakat tanah air.

Akhirnya rasa prihatin itu mendorok Malik Fadjar untuk mencetuskan Hari Buku Nasional dengan tujuan utama di atas.

Baca Juga: Pasang Segera! 5 Link Twibbon Hari Waisak 2569 BE, Unggah Foto dengan Ornamen Cantik di Medsos Pada 12 Mei 2025

Pada zaman tersebut juga penjualan buku di Indonesia tergolong rendah. Bagaimana tidak, negara kita sempat hanya mencetak 18 ribu buku setiap tahun.

Tentu jumlah tersebut kalah jika dibandingkan dengan negara lain. Terutama Jepang dan China.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X