SketsaNusantara id - Peristiwa ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat yang menelan 13 korban jiwa, 4 TNI dan 9 warga sipil membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan.
Ledakan amunisi tersebut terjadi di kawasan milik BKSDA, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Menurut beberapa sumber, ledakan terjadi saat proses pemusnahan amunisi yang sudah tidak layak pakai oleh jajaran prajurit TNI AD dari Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) III.
Akibat tragedi ini telah menewaskan 13 orang korban terdiri dari anggota TNI dan warga sipil yang berada di sekitar lokasi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Metro TV, Dedi Mulyadi yang turun ke lapangan kemudian menyatakan kesediaannya untuk menanggung biaya hidup dan pendidikan anak-anak yang menjadi korban ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat tersebut.
Hal itu disampaikan langsung olehnya saat bertemu warga sipil keluarga korban ledakan yang tewas pada peristiwa berdarah tersebut.
"Semua keluarga korban, anak-anak yang ditinggalkan menjadi tanggung jawab gubernur," tegas Dedi Mulyadi.
"Biaya bulanannya, biaya sekolahnya saya tanggung semuanya," tambahnya.
Dedi Mulyadi memberikan respons atas terjadinya ledakan amunisi di Garut yang menimbulkan korban jiwa dan menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap keluarga korban, terutama anak-anak yang ditinggalkan.
Secara tegas dan terbuka ia menyatakan akan menanggung biaya hidup dan pendidikan anak-anak korban ledakan amunisi hingga lulus kuliah
Sedangkan informasi terbaru terkait para korban, saat ini masih sedang dilakukan identifikasi ke 13 korban insiden ledakan sebelum dimakamkan.
Artikel Terkait
SMK Citra Bangsa Purwokerto Heboh Wisuda ala Perguruan Tinggi, Netizen: Kepala Sekolahnya Pengen Jadi Rektor
Kepsek SMK Citra Bangsa Purwokerto Pakai Kalung Kehormatan Wisuda, Apa Itu? Ternyata Ini Fungsi hingga Aturan Penggunaannya
Inilah 2 Sosok Warga Jawa Barat yang Diduga Tilep Dana Donasi untuk Gaza! Uang USD 2000 Sudah Terpakai?
Kisah Gus Dur dan 20 Anjing Piaraannya
Apa Nama Akun Instagram Hamza Al-Kwaifi? Sosok Warga Palestina yang Laporkan Dugaan Penipuan Donasi