Kamis, 4 Juni 2026

Disambangi Dedi Mulyadi, Anak Korban Ledakan Amunisi Kadaluarsa di Garut Ungkap Fakta Keberadaan Sipil di TKP: Bapak Saya Bukan Mulung!

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 13 Mei 2025 | 14:02 WIB
Kepada Dedi Mulyadi, anak korban ledakan maut ungkap fakta keberadaan sipil saat ledakan (Instagram @dedimulyadi71)
Kepada Dedi Mulyadi, anak korban ledakan maut ungkap fakta keberadaan sipil saat ledakan (Instagram @dedimulyadi71)

 

SketsaNusantara.id - Sehari setelah insiden ledakan maut dalam proses pemusnahan amunisi kadaluarsa milik TNI AD, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi segera mendatangi keluarga korban di Garut.

9 Warga Garut menjadi korban dalam insiden yang terjadi pada Senin pagi, 12 Mei 2025.

Dedi Mulyadi dan rombongan tiba di RSUD Pameungpeuk, tempat 9 jenazah korban disemayamkan sebelum dikuburkan di tempat asal masing-masing.

Baca Juga: Datang ke Garut, Dedi Mulyadi Berikan Bantuan Khusus bagi Anak Korban Ledakan Amunisi TNI AD, Gubernur Jabar: Saya Tanggung Jawab

Dalam kunjungannya tersebut, Dedi Mulyadi menerima curahat hati anak salah satu korban ledakan maut.

Dengan isak tangis, anak salah satu korban mengadu kepada Dedi Mulyadi.

Selain meminta pertanggungjawaban, keluarga korban pun membongkar fakta terkait keberadaan sipil di lokasi kejadian.

Baca Juga: Viral Video Sebelum Ledakan Amunisi Kadaluarsa TNI AD di Garut, Belasan Warga Diduga Ikuti Proses Pembongkaran Bahan Peledak, Netizen Pertanyakan SOP

“Saya minta pertanggungjawaban, karena bapak saya di situ bukan seperti yang orang-orang pikirin,” ujar anak salah satu korban kepada Dedi Mulyadi seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KompasTV Pontianak.

Sebelumnya, tewasnya 9 warga sipil dalam insiden ledakan saat pemusnahan amunisi kadaluarsa TNI AD menimbulkan banyak tanya tanya.

Salah satunya keberadaan warga dalam proses penghancuran bahan peledak inventaris milik TNI AD.

Baca Juga: 5 Fakta Pemusnahan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut Sebabkan 13 Orang Meninggal Dunia: Warga Sipil Ikut Jadi Korban, Ini Penyebabnya

Dalam keterangan persnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brighen Wahyu Yudhana mengungkapkan bahwa proses pemusnahan tersebut sudah sesuai protokol atau SOP (Standar Operasional Prosedur).

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube KompasTV Pontianak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X