Kamis, 4 Juni 2026

LTN PWNU Jatim: Mewaspadai Tantangan Penggunaan AI dengan Literasi Digital

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 18:30 WIB
Salah satu pembicara menyampaikan paparannya dalam seminar literasi digital yang diselenggarakan LTN PWNU Jatim (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)
Salah satu pembicara menyampaikan paparannya dalam seminar literasi digital yang diselenggarakan LTN PWNU Jatim (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.id - Seminar bertema Literasi Digital dan Artificial lntellegence (Al) digelar di aula KH Bisri Syansuri, Sabtu (10/5) Kantor PWNU Jawa Timur. Acara digelar Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Timur.

Hadir sebagai narasumber KH Ishaq Zubaedi Raqib (Ketua LTN PBNU), Sherlita Ratna Dewi Agustin (Kepala Dinas Kominfo Jatim) dan Tiat S Suwarsudi (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jatim). Kegiatan dihadiri perwakilan LTN dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Ketua LTN PWNU Jatim Helmy M Noor mengatakan, kegiatan ini sebagai rangkaian Rakorwil LTN NU Jatim. "Diharapkan ada kerja sama dengan para penggerak literasi di daerah-daerah setelah seminar ini," ujarnya.

Baca Juga: Upaya LTN MWCNU Rejoso Nganjuk Terbitkan Buku Tokoh Kyai Kampung, Datangi LTN Diwek Jombang Bangun Kerjasama

Wakil Ketua PWNU Jatim KH Hakim Jayli mengakui NU sebagai organisasi gagasan. "Tidak hanya duniawi, tapi juga ukhrawi," ujarnya.

Dirinya berharap LTN terus menjaga NU melalui program kerjanya. Khusus di Jawa Timur, lanjutnya, program kerja menindaklanjuti hasil Konferwil NU Jatim yang diamanatkan kepada kepengurusan sekarang.

"Fokus hasil Konferwil NU Jatim itu meliputi empat hal," imbuhnya. Yaitu penguatan Aswaja, pengembangan SDM, pendampingan ekonomi warga dan percepatan kinerja organisasi.

Baca Juga: Dukung Pemerintah dalam Ketahanan Pangan, Ketua PWNU Jatim Pimpin Pencanangan Tanam Raya

Tiat S Suwarsudi menjelaskan menulis dan mempublikasikan sebagai unsur penting dalam literasi.

"Termasuk dokumen naskah kuno yang berisi keislaman disebut turats , minimal berusia 50 tahun," ujarnya.

Jumlahnya di Jawa Timur ada 1.055 naskah. "Tidak sedikit masih ada yang di luar negeri," tambahnya.

Baca Juga: Terbentuk, LTN Rejoso Nganjuk Siap Publikasikan Kegiatan MWC dan Tulis Tokoh NU

Dia mengakui Dinas Perpustakaan bertugas melestarikannya lewat digitalisasi. Di samping melakukan transformasi informasi berbasis sosial. "Terutama meningkatkan pengetahuan dan pembelajaran sepanjang hayat," imbuhnya.

Sherlita Ratna Dewi mengakui perkembangan digitalisasi di Jawa Timur sangat tinggi. "Termasuk posisi lndonesia di level dunia," ujarnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X