Kamis, 4 Juni 2026

Kapan Pemilihan Paus 2025? Mengenal Konklaf, Ritual Rahasia Berusia 700 Tahun untuk Memilih Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Ada Sumpah Tutu

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 7 Mei 2025 | 06:30 WIB
132 Kardinal yang bakal mengikuti pemilihan Paus dalam proses Konklaf (Instagram/@vaticannews)
132 Kardinal yang bakal mengikuti pemilihan Paus dalam proses Konklaf (Instagram/@vaticannews)

Hal ini dilakukan untuk menjaga independensi pemilihan tersebut.

Penguncian para kardinal dalam pemilihan Paus ini pula yang membuat Konkalf kerap disebut sebagai ritual rahasia.

Baca Juga: Misi Duka ke Vatikan: Jokowi dan Tokoh Nasional Diutus Prabowo Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus

Konklaf sendiri pertama kali digelar pada tahun 1276, sehingga saat ini tradisi pemilihan pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia ini sudah berjalan hampir 749 tahun.

Sidang Konklaf harus sudah digelar dalam waktu 15-20 hari setelah wafatnya paus.

Itulah mengapa Konklaf 2025 digelar pada 7 Mei 2025, 15 hari setelah Paus Fransiskus meninggal dunia.

Baca Juga: 5 Fakta Basilika Santa Maria Maggiore, Makam Paus Fransiskus di Roma Italia, Tempat Favorit Pope Francis?

Agar rahasia pemilihan Paus terjamin, para kardinal yang mengikuti Konklaf akan 'dikurung' di dalam Kapel Sistina selama proses pemilihan berlangsung.

Selain melakukan voting, para kardinal juga akan melakukan aktivitas hariannya seperti makan dan tidur di kapel tersebut.

Para kardinal termasuk pejabat dan staf yang berada di dalam Kapel Sistina selama Konklaf, seperti dokter, perawat medis hingga staf layanan medis wajib untuk mengambil sumpah kerahasiaan.

Sumpah tersebut termasuk janji untuk menjaga kerahasiaan atas segala hal yang terjadi di dalam Kapel Sistina selama Konklaf berlangsung.

Sejumlah sumber menyebutkan, mereka yang melanggar sumpah akan langsung diusir dari gereja.

Selama proses Konklaf, seluruh pihak yang terlibat di dalamnya akan diisolasi dari dunia luar hingga dilarang untuk memakai ponsel.

Baca Juga: Paus Fransiskus Tutup Usia Sehari Setelah Bela Rakyat Gaza di Usia 88 Tahun: Kita Tidak Boleh Lupa, Mereka Adalah Manusia

Selain voting untuk memilih Paus baru, para kardinal juga melakukan kegiatan lainnya seperti berdoa dan diskusi.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: vaticannews.va, Instagram @vaticannews

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X