Tak berhenti pada urusan kredit dan transaksi, BRI juga menjalankan berbagai program pemberdayaan seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, Rumah BUMN, hingga LinkUMKM. Program-program ini tidak hanya mendampingi pelaku usaha, tetapi juga mendorong mereka untuk naik kelas, memperluas pasar, dan membangun jejaring usaha yang berkelanjutan.
"Berbagai inisiatif BRI tersebut mempertegas komitmen BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dan berperan strategis dalam membuka lapangan kerja dan menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia," jelas Akhmad.
Akhmad sendiri baru diangkat sebagai Direktur Mikro pada RUPST BRI yang digelar 24 Maret 2025. Ia resmi menjalankan tugas setelah mendapat persetujuan dari OJK melalui proses Penilaian Kemampuan dan Kepatutan.
Melalui kombinasi pembiayaan masif, pemberdayaan terstruktur, dan perluasan akses keuangan, BRI tampaknya memang tidak main-main dalam urusan ekonomi kerakyatan. Dan jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin pelaku usaha mikro bisa menjadi garda terdepan pemulihan ekonomi nasional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Laba BRI Tembus Rp13,8 Triliun di Tengah Gejolak Global, UMKM Tetap Jadi Fokus Utama hingga Transaksi BRImo Naik Tajam
Kisah Sukses Pengusaha Profil Beton, Kembangkan Usaha dengan Modal dari BRI dan Miliki 47 Karyawan
Bersama BRI, Penjual Es Dawet Sagu ini Selamat dari Lilitan Hutang
Melalui KUR BRI, Petani di Jombang Mampu Kembangkan Usaha Persewaan Alsintan
Belasan Tahun Bermitra dengan BRI, Peternak Sapi Perah Mampu Dukung Program Pemerintah