"Hmm, mulai main rahasia-rahasiaan apalagi urusannya duit Rakyat... Hmm curiga, apa lagi nih alasannya ntar bikin acara tertutup begini," imbuh akun Netizen lain, @priyo_*****.
"Katanya Negara Demokrasi, kok Media gak boleh meliput?? Rakyat berhak tahu, karena yang nantinya dikelola Danantara adalah uang rakyat, main rahasia-rahasia begini gimana rakyat gak curiga?? kalo dikritik katanya menyebar fitnah," komentar akun @ross_****.
Baca Juga: SBY Pasang Badan, Jawab Kecemasan Publik Soal Kegagalan Danantara: Bebas Konflik Kepentingan?
Kritik yang dilontarkan publik ini bukan tanpa alasan. Danantara, sebagai "superholding company" yang mengelola aset BUMN, menangani dana yang bersumber dari negara, termasuk pemasukan pajak dari uang rakyat.
Namun, minimnya transparansi dalam pengelolaan aset ini telah menjadi sorotan sejak awal, terutama karena UU BUMN 2025 justru mengurangi fungsi pengawasan eksternal terhadap BUMN.
Polemik ini menambah daftar panjang kontroversi di awal kepemimpinan Prabowo. Sebelumnya, ia juga dikritik karena menyebut aksi demo sebagai "bayaran" dan pernyataannya soal penyitaan aset koruptor yang dianggap tidak adil.
Kini, sikap tertutup dalam acara yang menyangkut kepentingan publik membuat netizen semakin skeptis terhadap komitmen pemerintah terhadap transparansi.
Terkait hal ini, Prabowo mengaku menggelar acara tertutup karena ia menegur para direksi Danantara yang hadir dan tak ingin didengar publik.
"Saya memang ingin menyampaikan secara tertutup karena saya banyak menegur direksi-direksi itu nggak enak kalau ditegur di depan kalian," ungkap Prabowo dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV pada hari Senin, 28 April 2025.
Prabowo menegaskan bahwa aset yang dikelola Danantara adalah kekayaan bangsa yang dijaga sebaik-baiknya dengan sistem yang transparan dan pengawasan ketat.
"Pastinya kita harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dijaga, dirawat dengan sistem yang transparan dan sangat ketat, karena ini adalah kekayaan yang luar biasa dan bisa mendorong kebangkitan negara kita," tegasnya.
Ketum Gerindra itu juga meminta evaluasi semua direksi Danantara dan mengingatkan untuk berbuat sebaik mungkin bagi bangsa, termasuk meninggalkan praktik-praktik yang tidak efisien.
"Atas nama bangsa dan rakyat, saya minta semua direksi (Danantara) melaksanakan yang terbaik, kita tinggalkan praktik-praktik yang nggak bener atau mungkin kurang efisien dari zaman dulu, semua harus ditinggalkan demi masa depan bangsa," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Profil Rosan Roeslani, Bos Danantara Sekaligus Pengusaha Sukses yang Jadi Menteri Investasi, Hartanya Capai Rp860 Miliar!
Resmikan Danantara, Prabowo Harapkan Investasi ke Industri yang Menciptakan Lapangan Kerja
Penunjukan Tony Blair Jadi Dewan Pengawas Danantara Ramai Jadi Sorotan, Publik Soroti Rekam Jejak Mantan PM Inggris yang Kerap Menuai Kontroversi
Siapa Prof Ferry Latuhihin? Kontra Danantara Padahal Jadi Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran
Profil Thaksin Shinawatra, Mantan Perdana Menteri Thailand yang Jadi Dewan Penasehat Danantara, PM yang Lengser Gara-gara Kudeta Militer
Tidak Ada Tony Blair, Berikut 5 Orang Dewan Penasihat Danantara, Ada Orang Terkaya ke-129 di Dunia hingga Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra