Kamis, 4 Juni 2026

Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Barak Militer untuk Siswa Bermasalah, Program Pembinaan Berlangsung 6 Bulan 

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 28 April 2025 | 07:24 WIB
Ilustrasi, barak militer disiapkan Dedi Mulyadi untuk para siswa nakal. (Pexels/Lukas)
Ilustrasi, barak militer disiapkan Dedi Mulyadi untuk para siswa nakal. (Pexels/Lukas)

SketsaNusantara.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan langkah baru dalam menangani siswa bermasalah di wilayahnya.

Program ini akan melibatkan pembinaan karakter di barak-barak militer bekerja sama dengan TNI dan Polri. Pelaksanaan tahap pertama rencananya akan dimulai pada 2 Mei 2025 mendatang.

Program ini tidak akan diberlakukan serentak di seluruh Jawa Barat. Menurut Dedi, pelaksanaan dilakukan secara bertahap, khusus di daerah yang dinilai rawan terlebih dahulu.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tersulut Emosi saat Debat dengan Remaja Perempuan soal Larangan Perpisahan Sekolah: Miskin Gayanya Orang Kaya

"Tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu, lalu bertahap," kata Dedi kepada awak media, Minggu 27 April 2025.

Politikus Partai Gerindra itu menyebutkan, saat ini sudah disiapkan sekitar 30 hingga 40 barak militer khusus untuk mendukung program ini.

Barak-barak tersebut nantinya menjadi tempat pembinaan karakter para siswa yang masuk kategori bermasalah.

Baca Juga: Mobil Masih Kredit dan Berpelat Jakarta, Gubernur Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Akhirnya Ganti Pelat

Menurut Dedi, siswa yang akan mengikuti program ini dipilih berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua. Prioritas diberikan kepada siswa yang dianggap sulit dibina, terindikasi terlibat pergaulan bebas, atau memiliki kecenderungan pada tindakan kriminal.

"Selama 6 bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya," ujar Dedi.

Program ini menekankan pendekatan pembinaan karakter, bukan sekadar hukuman fisik atau militeristik.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dapatkan Ancaman Pembunuhan Saat Live, Netizen: Rapatkan Barisan...

Dedi menegaskan bahwa pembiayaan program ini tidak hanya ditanggung oleh Pemprov Jabar, tetapi juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota.

Kolaborasi ini diharapkan membuat program berjalan efektif dan berkesinambungan di seluruh wilayah Jawa Barat.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X