SketsaNusantara.id - Karakter Walid di film Bid'ah rupanya banyak terjadi di Indonesia dimana dengan kedok agama, seseorang memberdayai santriwati untuk kemudian dilecehkan bahkan dicabuli.
Hal ini pula yang dilakukan oleh seorang kyai ketua yayasan di pondok pesantren dengan inisial AF yang berasal dari Lombok.
AF yang merupakan ketua yayasan di pondok pesantren di Lombok kini ditangkap atas dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap sejumlah santriwati.
Hal itu dikonfirmasi oleh Aiptu Sri Rahayu selaku Kasubnit 1 Unit 4 Satreskrim Polresta Mataram bahwa kini AF dudah dilakukan penahanan di Polresta Mataram.
"AF sudah kami lakuakn penahanan di Polresta Mataram," ujarnya dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Metro TV.
"Kami tahan untuk kasus persetubuhan dan pencabulan," imbuhnya.
Bahwa saat ini AF telah berstatus sebagai tersangka pelaku pada 2 laporan yakni pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan sejak tahun 2015.
Sri Rahayu juga menjelaskan bahwa AF ada 9 korban yang sudah melaporkan dimana 4 korban pencabulan serta 5 korban persetubuhan.
Dimana 9 orang korban yang kini sudah melaporkan merupakan alumni dari ponpes tersebut dan akan menyusul korban-korban berikutnya yang masih belum berani ikut melaporkan.
Dari keterangan para korban modus yang dilakukan adalah transfer lafadz dimana lewat transfer lafadz tersebut dijanjikan akan memperoleh keturunan yang sholeh dan akan menjadi wali dan penerang di desanya.
Transfer lafadz sendiri dijelaskan bahwa di telapak tangan kanan AF terdapat lafadz Allah dan dengan berawal dari telapak tangannya itulah ia lakukan pencabulan.
Artikel Terkait
Unik, NASA Ungkap Terjadinya Fenomena Langka 'Smiley Face' yang Bisa Dilihat 25 April 2025, Penampakan dari Indonesia Bakal Jadi 'Sad Face'?
Perjalanan Terakhir Mbok Yem Penjaga Puncak Lawu yang Legendaris, Inilah Fakta yang Diungkap Keluarga
Sisi Lain Skandal Dugaan Kekerasan OCI Taman Safari, Ada Fakta Baru Terungkap?
Gandeng BNNK Mojokerto, SMAN 1 Jombang Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba
BRI Hadirkan 1,2 Juta AgenBRILink: Layanan Perbankan Kini Hadir di Warung, Desa, dan Pelosok Negeri