Sosok Raminten dalam acara tersebut merupakan seorang pejual warung kelontong dan warung makan yang berada di Pengkolan.
Kata Raminten sendiri bermakna Ora Sepinten yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti ‘tidak seberapa’.
Gaya bicara Raminten yang khas dan santai membuatnya menjadi karakter yang tumbuh dan dicintai masyarakat Yogyakarta pada saat itu.
Oleh Hamzah Sulaiman, karakter ini kemudian menjadi inspirasi baginya untuk mendirikan rumah makan The House of Raminten.
Rumah makan atau restoran yang berada di Jalan F.M Noto Nomor 7 ini mengusung konsep tradisional Jawa.
Selain menyajikan menu kuliner tradisional khas Yogyakarta, para pelayannnya pun mengenakan busana tradisional.
Karakter Raminten pun menjadi simbol keberagaman dan pelestarian budaya lokal.
Hamzah Sulaiman mengajak masyarakat untuk mencitai budaya sendiri bersamaan dengan nilai-nilai modern yang tumbuh.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
RI Jadi Lumbung Pangan Dunia? Prabowo Klaim Bisa Bantu Negara Lain Kirim Beras, Tak Perlu Lagi Minta-Minta
Misi Duka ke Vatikan: Jokowi dan Tokoh Nasional Diutus Prabowo Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus
Kenapa Paus Fransiskus Dimakamkan dengan 3 Peti? Ini Makna Mendalam di Balik Tradisi Pemakaman yang Penuh Simbol
Detik-detik Wamenaker Dicuekin saat Sidak Penahanan Ijazah oleh Salah Satu Perusahaan di Pekanbaru, Immanuel Ebenezer: Saya Wakil Menteri
Prabowo Ingin Petani Kaya Raya Punya Rumah Bagus dan Mobil Mewah, Tapi Harga Gabah Justru Anjlok di Bawah HPP