"Sehingga nantinya soal okupansi ini tidak memberikan subsidi seperti seblumnya, melainkan mensupport promosi melalui lintas OPD di antaranya Diskominfo atau melalui Dinas Pariwisata," tegasnya.
"Misalnya Dinas Pariwisata bisa mengajak pelaku wisata atau tour and travel, dengan mempromosikan bandara kita ini," jelasnya.
Ia menambahkan, untuk sementara waktu nantinya Bandara Notohadinegoro untuk trial akan beroperasi minimal 2-3 hari seminggu.
"Jadi akan ujicoba dulu, minimal 2-3 hari terlebih dahulu. Baru nanti bila okupansinya tinggi bisa dibuka lebih dan rencana reaktivasi bandara, bisa dilakukan sebelum Idul Adha," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Bandara Notohadinegoro Jember Mati Suri, Ketua DPRD Jember Sebut Perlu Pengalihan Rute Penerbangan
Satgas Non ASN Pemkab Jember Temukan 125 Nama Tenaga Honorer yang Tak Sesuai Prosedur Pengangkatannya
Catat Tanggalnya! Program Layanan Kesehatan Gratis Diluncurkan Pemkab Jember, Gus Fawait: Masyarakat Bisa Berobat di Seluruh Faskes di Indonesia
Lepas Pemudik, Pemkab Jember Sediakan Angkutan Bus Gratis dengan Kuota Ratusan Penumpang, Rutenya...
Pemkab Jember Segera Cairkan Insentif Guru Ngaji hingga Beri Tambahan Uang Bulanan pada Penerima Beasiswa Pendidikan
Kebut Aktivasi Bandara Notohadinegoro! Bupati Jember Gus Fawait: Angkasa Pura dan PTPN Sudah Temukan Kesepakatan
3 Tahun Bandara Notohadinegoro Tak Beroperasi Pesawat Komersil, Komisi C DPRD Jember Tinjau Lokasi untuk Kesiapan Reaktivasi