SketsaNusantara.id - Sejak UHC digelar per 1 April lalu, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa tak boleh ada lagi warga Jember yang sakit, tetapi tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan.
"Tak boleh lagi ada ibu melahirkan yang meninggal ibu atau anaknya karena tidak mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak," tegasnya saat memberikan sambutan pada Kamis, 10 April 2025 di Pendopo Wahyawibawagraha.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu menegaskan bahwa, dirinya tak lagi ingin mendengar ada orang tak mampu namun kesusahan berobat di puskesmas maupun di rumah sakit.
Baca Juga: Capai Kepesertaan BPJS Kesehatan hingga 98 Persen, Jember Terima Predikat UHC Prioritas
"Kami memotong anggaran yang tidak penting sesuai dengan arahan pusat," tuturnya.
Bahkan, efisiensi di Jember banyak difokuskan untuk pelayanan kesehatan. Harapannya, dapat mewujudkan Jember Baru Jember Maju.
Gus Fawait menerangkan, program UHC juga bisa menjadi parameter kinerja setiap kepala rumah sakit dan pueskesmas.
"Memberikan rujukan ke manapun boleh, tetapi jika warga Jember tidak mau dirujuk ke rumah sakit daerah, berarti ada yang salah," ungkapnya.
Oleh karena itu, Gus Fawait mengajak setiap kepala puskesmas dan rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan, guna memberikan keamanan dan kenyamanan warga Jember.
Lebih lanjut, Gus Fawait menyampaikan bahwa program UHC prioritas ini tidak cukup.
"Tahun depan, kami ingin membentuk homecare," ucapnya.
Dengan begitu, masyarakat Jember dapat mendapat pelayanan jemput bola.
Artikel Terkait
Maksimalkan Kepesertaan BPJS Kesehatan, Pemkab Jombang Raih Penghargaan UHC Awars 2024 Kategori Pratama
Cabup Jember Gus Fawait Pastikan Pelayanan Kesehatan Berbasis Sistem UHC: Pasien Bisa Berobat di Seluruh Indonesia
Restrukturisasi Birokrasi, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tekankan Pemkab Jember Fokus Pada Capaian UHC 100 Persen
Program UHC Prioritas Resmi Dilaunching Warga Jember Bisa Berobat Gratis, Syaratnya Cukup Gunakan KTP
Capai Kepesertaan BPJS Kesehatan hingga 98 Persen, Jember Terima Predikat UHC Prioritas