Lebih lanjut, narasi konflik antara Bupati dan Wakil Bupati yang disajikan secara dramatik dalam tulisan tersebut, tanpa upaya untuk menampilkan konteks yang seimbang, menimbulkan kesan seolah-olah penulis ikut serta dalam mengaduk-aduk suasana politik lokal yang tengah memanas.
Dalam kapasitasnya sebagai tokoh media yang dihormati, publik tentu berharap Dahlan Iskan dapat menjadi suara yang meneduhkan, bukan malah meniupkan genderang perpecahan.
Sebagai masyarakat Jember, kami menghormati kebebasan pers dan narasi yang kritis. Namun, kami juga percaya bahwa akurasi informasi adalah tanggung jawab moral setiap insan pers.
Dalam hal ini, koreksi terbuka dan klarifikasi yang adil adalah bentuk integritas yang patut ditunjukkan oleh siapa pun yang masih menjunjung tinggi etika jurnalistik.***
*Penulis adalah Pemerhati isu sosial-politik
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Belajar dari Kesalahan, Willie Salim Banjir Pujian Usai Sukses Bikin Acara Makan Besar di Bengkulu dengan Dukungan Pemerintah Setempat
Viral Bahlil Lahadalia Naik Jet Pribadi ke Solo Demi Kunjungi Jokowi: Rakyat Menderita Pejabat Tetap Foya-Foya
6 Fakta Kasus Pelecehan oleh Dokter PPDS UNPAD Priguna Anugerah Pratama, Status Hukum, Daftar Barang Bukti hingga Pasal yang Mengancam
Siapa Pemilik Pesawat Jet Pribadi yang Ditumpangi Bahlil Lahadalia dan Keluarga Saat Temui Jokowi di Solo? Ternyata...
Rakyat Ngirit, Pejabat Melangit! Heboh Bahlil Lahadalia Kepergok Pelesiran ke Solo Pakai Jet Pribadi, Segini Harga Sewanya