Minggu, 19 Juli 2026

Curhat Cak Lontong Kena Blacklist hingga Kehilangan Pekerjaan saat Pilpres 2024! Benarkah Gara-Gara Dukung Paslon 03?

Photo Author
Wilda Wijayanti, Sketsa Nusantara
- Rabu, 2 April 2025 | 07:47 WIB
Curhat Cak Lontong dimusuhi hingga kena blacklist gara-gara dukung paslon 03 saat Pilpres 2024. (instagram.com/@seno_n_roll)
Curhat Cak Lontong dimusuhi hingga kena blacklist gara-gara dukung paslon 03 saat Pilpres 2024. (instagram.com/@seno_n_roll)

Padahal, setiap warga negara memiliki hak suara yang dilindungi konstitusi, dan menggunakan hak tersebut bukanlah sebuah pelanggaran hukum.

“Tetapi ketika saya menggunakan hak saya secara konstitusional, tidak melanggar undang-undang, kok saya dimusuhin? Kan aneh. Buat saya itu nggak profesional. Ini namanya baperan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia menilai bahwa profesionalisme di dunia politik Indonesia masih sebatas teori. Para politikus sering mengatakan bahwa tidak ada kawan atau lawan yang abadi, tetapi realitasnya menunjukkan hal sebaliknya.

“Seharusnya, ketika kepentingan sejalan, orang-orang bisa bekerja sama lagi meskipun sebelumnya berseberangan. Itu baru namanya profesionalisme,” tambahnya.

Baca Juga: Terungkap! Inilah Alasan Pramono Agung Atas Dipilihnya Cak Lontong Sebagai Ketua Tim Pemenangan, Ternyata Pakai Politik Ini...

Tidak Terlibat Politik, Tapi Tetap Kena Dampak

Dimana Yang membuat Cak Lontong semakin kecewa adalah fakta bahwa ia bukan seorang politisi ataupun bagian dari organisasi politik tertentu. Ia hanya seorang warga negara yang menggunakan hak pilihnya.

“Satu, saya juga bukan ketua umum partai. Saya tidak punya organisasi ormas, saya hanya orang yang menggunakan hak suara saya untuk mendukung pasangan yang menurut saya layak untuk saya dukung, saya perjuangkan,” keluhnya.

Cak Lontong pun berharap agar dunia politik di Indonesia bisa lebih dewasa dan tidak mengorbankan profesionalisme hanya karena perbedaan pandangan.

Sebab, setiap warga negara berhak menentukan pilihan tanpa harus takut kehilangan pekerjaan atau dikucilkan.

“Tapi kan itu menunjukkan bahwa sudah tidak profesional. Buat saya itu indikasi bahwa politik kita belum profesional,” tutupnya.

***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X