Kamis, 4 Juni 2026

Tim Medis hingga Massa Aksi Demo Tolak UU TNI Jadi Korban Intimidasi dan Kekerasan Aparat, Netizen Minta Tolong Pelapor Khusus HAM PBB

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 28 Maret 2025 | 08:11 WIB
Ilustrasi tindak intimidasi dan kekerasan yang diduga dilakukan aparat terhadap massa dan tim medis (Pexel/Jorge Soto Farias)
Ilustrasi tindak intimidasi dan kekerasan yang diduga dilakukan aparat terhadap massa dan tim medis (Pexel/Jorge Soto Farias)

 

SketsaNusantara.id - Aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI atau UU TNI yang digelar di depan Gedung DPR RI diwarnai kericuhan.

Dalam demo yang digelar sejak Kamis siang, 27 Maret 2025, massa diduga mengalami serangkaian intimidasi hingga tindak kekerasan dari aparat kepolisian.

Namun yang paling menyita perhatian yakni intimidasi dan tindak kekerasan yang dialami tim medis pada aksi tersebut.

Baca Juga: 5 Tindakan Intimidasi hingga Kekerasan yang Dialami Tim Medis Aksi Demo Tolak UU TNI, Dipaksa Foto Wajah?

Sejak Kamis sore, media sosial X dipenuhi kabar tindakan intimidasi hingga kekerasan baik terhadap pendemo maupun tim medis.

Bahkan pada Kamis malam, keadaan semakin tidak kondusif hingga beredar kabar 5 ambulans tidak bisa lewat lantaran aparat memblokade jalan.

Selain itu, aparat kepolisian juga diduga menggeledah tas dan perlengkapan medis.

Baca Juga: Aparat Serang Tenaga Medis saat Demo Penolakan UU TNI, Fedi Nuril Sentil Menteri HAM hingga Eks Aktivis 1998

“Tas medis digeledah sampai rusak, sama temenku ditonjok,” cuit akun X @kootummy.

Hal ini membuat netizen beramai-ramai meminta bantuan Persatuan Bangsa-Bangsa melalui Marry Lawlor, Pembela Hak Asasi Manusia sekaligus pelapor khusus PBB.

“Everyone, ini pelanggaran serius. Twit kejadian di bawah ini dan aksi represif aparat pada demo hari ini dalam bahasa Inggris lalu tag @marylawlorhrds serta hastag #CabutUUTNI #TolakRUUPOLRI,” tulis akun @txtfromIR.

Baca Juga: Jadi Korban Kekerasan Aparat, Jurnalis Perempuan Asal Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Ini Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Jalan

Namun Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyarankan publik untuk meminta bantuan Gina Romero, Pelapor Khusus PBB tentang Kebebasan Berserikat dan Berkumpul.

“Info dari @KontraS ges, kita tag @Ginitastas dengan twit tadi. Sama jangan lupa tag UNHumanRights. Let’s go sampai menang! Sampai diwaro Jenewa!” cuit akun itu lagi.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @txtfromIR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X