SketsaNusantara.id - Warga Surabaya kompak bersatu dalam aksi demo tolak Undang-undang TNI (UU TNI) di depan Gedung Grahadi pada Senin, 24 Maret 2025 hari ini.
Mulai dari mahasiswa hingga warga sipil Surabaya kompak mengenakan baju berarna hitam dan memadati area Gedung Grahadi.
Massa aksi kompak meneriakkan orasi kekesalannya menolak pengesahan UU TNI.
Mereka juga melakukan pembakaran ban sebagai bentuk kemarahannya.
Berdasarkan pantauan di media sosial, situasi mulai memanas pada waktu sore menjelang petang.
Sekitar pukul empat sore, massa aksi mulai berusaha menarik kawat berduri yang sengaja dipasang di depan Gedung Grahadi.
Di waktu yang bersamaan, polisi mulai menembakkan water cannon secara terus-menerus sehingga beberapa massa aksi mengalami luka akibat terkena water cannon.
Amarah massa aksi semakin memuncak. Seperti dilansir dari akun X @barengwarga, sekitar pukul 5 sore, polisi mulai memukul mundur massa aksi untuk membubarkan diri.
Tak hanya melakukan pemukulan mundur, polisi juga menculik beberapa massa aksi.
Dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun X @njoto1965, terlihat beberapa polisi serta terduga intel mulai menarik paksa massa aksi.
Massa aksi yang lain pun berusaha menolong kawannya dari tangan polisi.
Artikel Terkait
Revisi UU TNI: Antara Profesionalisme dan Kekhawatiran Kembalinya Dwifungsi ABRI
Ikut Demo Tolak RUU TNI, Ferry Irwandi Traktir Demonstran Siomay 2 Gerobak: Kalian Nggak Sendiri
Belum Sehari Disahkan Sudah Makan Korban, Pekerja Remote Asal Indonesia Dipecat Perusahaan Asing Karena UU TNI, Kenapa?
Ramai Penolakan RUU TNI, Wahyu Al Fajri: Opini Publik Terlalu Dibesar-besarkan
Draf RUU TNI Tak Kunjung Diunggah, Fedi Nuril Sentil Ketua DPR Puan Maharani: Pernyataan yang Tidak Profesional!