Kegiatan balap lari ini juga dianggap sebagai tradisi yang bebas dari kebisingan knalpot, petasan, atau dikaitkan dengan balap motor dan aktivitas berisiko lainnya.
Baca Juga: Lewat Jember! Kereta Panoramic Kembali Beroperasi, Hadirkan Sensasi Perjalanan yang Berbeda
Ada pula yang mengkritik lantaran peserta yang mengikuti lomba balap lari tidak mengenakan alas kaki dengan benar.
"Balap motor no, balap kaki yes. Kegiatan positif ini, nati bisa jadi atlet maraton," tulis salah satu netizen dalam kolom komentar.
"Lebih seru ini malah dan gak merugikan ketimbang sound horeg atau balap motor, tapi lebih safety pake sepatu lur, biar aman, takutnya kesandung," komentar netizen lainnya.
Baca Juga: Unik! Jalan Double Way Perumahan di Jember Jadi Stan UMKM Pasar Ramadhan
Antusiasme warga Puger Jember terhadap balap lari ini, menciptakan atmosfer meriah yang menghibur di tengah malam Ramadan.
Kegiatan ini pun menjadi hiburan sederhana namun bermakna, bahkan berdampak positif untuk mempererat kebersamaan antarwarga yang bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Asal-usul Sahur yang Ternyata dari Seorang Buruh Kurma di Zaman Rasulullah SAW
Kenyang Lebih Lama Saat Puasa, 5 Tips Memilih Menu Sahur Sehat agar Puasa Tetap Berenergi
Makan Sahur di Akhir Waktu, Apa Benar Lebih Baik? Ini Fakta yang Harus Diketahui
Sahur Paling Beda! Ayu Ting Ting Bagikan Pengalaman Baru Pindah Rumah Pada Momen Ramadhan 2025, Ini Rasanya Ada di Kawasan Elit
Orang Meninggal di Bulan Ramadhan Wajib Zakat Fitrah? Ustadz Abdul Somad Jelaskan Kewajiban Ini: Petang Terbit Hilal Syawal...
Istimewa! Di Tengah Gempuran Jual Beli Online, Pasar Baru di Kencong Jember Tetap Eksis di Bulan Ramadhan