Karena posisi hilal masih di bawah ufuk, hasil hisab ini perlu diverifikasi melalui rukyat. Rukyatul hilal akan dilakukan di 33 titik di seluruh Indonesia, kecuali Bali yang sedang merayakan Hari Raya Nyepi.
"Di provinsi Bali dalam suasana Nyepi. Sehingga rukyatul hilal tidak kita gelar di sana. Kita saling menghormati," jelas Abu Rokhmad.
Abu Rokhmad menjelaskan bahwa rukyat memiliki dua dimensi utama. Pertama, dimensi ta’abbudi atau ibadah. Rukyat merupakan sunnah Nabi yang telah dilakukan sejak dahulu untuk menentukan awal dan akhir puasa.
Oleh karena itu, MUI menegaskan bahwa metode hisab dan rukyat harus digunakan dalam penetapan awal bulan hijriah.
Kedua, rukyat memiliki dimensi pengetahuan. Data hisab yang telah dihitung secara astronomi perlu dikonfirmasi melalui rukyat di lapangan. Untuk mendukung pengamatan ini, Kemenag akan menggunakan alat-alat canggih dalam proses rukyat di berbagai titik pemantauan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
THR Karyawan Kontrak dan Freelancer: Apakah Mereka Berhak? Sebelum Takut Kantong Kering Saat Idul Fitri, Cek di Sini Biar Gak Salah Lagi
Beda dengan Huru-Hara Baim Wong, Natasha Rizky Justru Siapkan Baju Couple untuk Idul Fitri Bareng Mantan Suami dan 3 Anaknya, Spill Warna!
4 Strategi Cerdas Mengelola THR Agar Tidak Habis dalam Sekejap, Persiapkan Sejak Dini! Jangan Sampai Gigit Jari Saat Idul Fitri
Masih Semangat Jalankan Ramadhan 2025! Komedian Nunung Makin Mantap Sambut Idul Fitri Meski Akan Jalani Operasi, Spill 2 Hidangan Favoritnya
10 Link Twibbon Hari Raya Idul Fitri 2025 atau 1446 Hijiriah, Desain Gratis Cocok untuk Dibagikan ke Media Sosial saat Momen Mudik