Ronny Lukito, pemilik PT Eigerindo MPI, mengungkapkan bahwa proyek ini telah ia rintis sejak 2012. Ia menegaskan bahwa hanya 1,57 persen dari total lahan yang benar-benar dimanfaatkan, sesuai dengan aturan kehutanan yang ketat.
Sorotan dan Masalah Lingkungan
Seiring berjalannya waktu, pembangunan EAL mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, terutama terkait dampak lingkungannya.
Masyarakat sekitar mengeluhkan potensi banjir dan longsor yang semakin parah akibat alih fungsi lahan di kawasan tersebut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meninjau lokasi sebelum penyegelan, menyoroti dampak negatif dari pembangunan ini.
Ia menyatakan bahwa ekosistem alam di daerah tersebut terganggu, dan hal ini menyebabkan bencana lingkungan yang merugikan warga sekitar.
“Itu paling melanggar, lihat itu terbelah sampai longsor," ucap Dedi pada 7 Maret 2025.
Ia menegaskan bahwa izin pembangunan ini harus dievaluasi ulang demi kelestarian lingkungan.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, dan Wakil Ketua Wawan Haikal juga menekankan bahwa izin proyek EAL diberikan di era kepemimpinan Ade Yasin. Mereka mendukung penyegelan ini sebagai langkah hukum untuk menindak dugaan pelanggaran lingkungan yang terjadi.
Penyegelan oleh Pemerintah
Setelah menerima banyak aduan masyarakat, pemerintah akhirnya mengambil tindakan tegas. Pada 6 Maret 2025, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Bogor Rudy Susmanto resmi menyegel kawasan wisata ini.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menegakkan aturan hukum yang berlaku serta menjaga kelestarian lingkungan.
"Dalam rangka kami dari LH (Kementerian Lingkungan Hidup) dapat aduan masyarakat begitu banyak dan juga dampak banjir yang terjadi luar biasa dalam rangka juga menegakkan aturan hukum undang-undang berlaku," ujarnya dalam konferensi pers usai penyegelan.
Pemerintah kini tengah melakukan evaluasi terhadap izin yang telah diberikan serta dampak yang ditimbulkan oleh proyek ini.
Nasib Eiger Adventure Land masih belum jelas, namun penyegelan ini menjadi bukti bahwa aturan lingkungan tidak bisa diabaikan demi kepentingan investasi semata.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
5 Pernyataan Simon Aloysius Mantiri, Bos Pertamina yang Minta Maaf ke Masyarakat Buntut Kasus Korupsi Pertamax Oplosan
Pedas! Hotman Paris Tanggapi Ahok yang Terlalu Banyak Bicara di Media Terkait Korupsi Pertamina: Anda Komisaris Utama Saat Itu....
Profil Noer Fajrieansyah, Suami Menkomdigi Meutya Hafid yang Diduga Terlibat Korupsi Impor Gula, Pernah Jadi Pejabat di 6 BUMN Berbeda!
Dosa Lama dan Baru, Inilah 6 Skandal Korupsi Pertamina yang Bikin Geram karena BUMN Energi Jadi Ladang Bancakan
Support Sahabat, Anies Baswedan Hadiri Sidang Perdana Kasus Korupsi Impor Gula: Saya Datang sebagai Sahabat Tom Lembong