Minggu, 19 Juli 2026

Banjir di Puncak Bogor, Dedi Mulyadi Bakal Evaluasi Tata Ruang Jawa Barat hingga Sindir PTPN untuk Ganti Nama

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 6 Maret 2025 | 06:25 WIB
Dedi Mulyadi ingin kembalikan fungsi puncak Bogor hingga sindir PTPN (X/@dedimulyadi71)
Dedi Mulyadi ingin kembalikan fungsi puncak Bogor hingga sindir PTPN (X/@dedimulyadi71)

“Puncak kembalikan menjadi daerah konservasi, menjadi daerah hijau. Tidak boleh semena-mana,” tambahnya.

Dedi juga memyoroti areal perkebunan di Jawa Barat yang belakangan banyak berubah fungsi.

Baca Juga: Bogor Diterjang Banjir dan Longsor, Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ajak Semua Pihak 'Sulap' Puncak Jadi Kawasan Hijau Lagi

Menurutnya, banyak area perkebunan milik PTPN (PT Perkebunan Nusantara) yang fungsinya bukan lagi diperuntukkan untuk perkebunan.

“Jika perkebunan itu sudah tidak mampu berkebun, kemudian dia mengubah areal perkebunannya menjadi areal lain yang bukan peruntukan perkebunan,” tuturnya.

Dedi menilai, tindakakan tersebut tak sejalan dengan nama salah satu perusahaan BUMN tersebt.

Baca Juga: Rencana Dedi Mulyadi Terapkan Wajib Militer dalam Kurikulum Pendidikan SMA di Jabar, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat: Saya Setuju tapi...

“Saya katakan PTPN sudah bertentangan dengan kalimatnya. Judulnya PT Perkebunan tapi kerjanya nyewain tanah,” tutunrya.

Dedi Mulyadi bahkan menyarankan PTPN untuk berganti nama jika masih menyalahi fungsi perkebunan.

“PT Perkebunan tapi di perkebunannya banyak bangunan, jangan jadi PT Perkebunan, menurut saya ganti jadi PT Kontraktor tanah,” sindirnya lagi.

Baca Juga: Viral Video Iring-iringan Mobil Presiden Prabowo Subianto Terobos Banjir di Bogor, Netizen Soroti Efisiensi dan Gaya Hidup Mewah

Dedi menegaskan perlunya perubahan salah satunya dengan cara memperketat aturan areal PTPN.

“Ini harus diubah, bagaiman caranya? Adalah seluruh arreral PTPN hanya 2 permukaannya, perkebunan atau perhutanan. Jangan untuk areal lain,” tegasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: youtube Kang Dedi Mulyadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X