"Mau marah bgt tp bingung kemana, akhirnya cuma bisa nangis sambil marah dalem hati aja, baru kemarin bayar pajak motor yang biasa dipakae bokap kerja eh sekarang udah gak kerja lagi tapi makasih untuk semua semangat dan doa dari kalian," pungkasnya.
Kabar penutupan PT Sritex yang berimbas pada PHK ribuan karyawan kini ramai jadi sorotan publik dan seketika jadi trending topic yang banyak diperbincangkan netizen di media sosial.
Banyak yang mengunggah jejak digital Wamenaker, Immanuel Ebenezer yang menegaskan tidak ada PHK saat berkunjung ke PT Sritex pada bulan November 2024 lalu.
Namun, kini semua hanya omon-omon belaka. Selain itu, Netizen juga mengungkit soal janji Gibran yang berjanji akan "melindungi" Sritex dari pailit, namun kini akhirnya tak tertolong juga.
Karyawan yang PT Sritex juga sebelumnya mendukung Gibran di Pilpres 2024 kini juga menjadi 'korban kampanye' Gibran dan 'janji manis' pemerintah sehingga banyak orang yang akhirnya terkena dampak.
"Sedih, Disnaker Sukoharjo sudah konfirmasi Sritex tutup total 1 Maret, 8 ribu lebih Karyawan di PHK massal. Meski sudah dukung Gibran di Pilpres, ribuan buruh Sritex tetap di PHK. Banyaknya orang jadi korban kampanye janji manis, sekarang menangis. Pembelajaran bagi Rakyat Indonesia jangan mau DIBOHONGI janji manis mereka," tulis akun @penculikbangsat.
"Januari 2025, Wamenaker Noel berkunjung ke PT. Sritex dan menegaskan di depan karyawan tidak akan ada PHK. Faktanya: Karyawan PT Sritex sudah diputuskan PHK per tanggal 26 Februari, dan terakhir bekerja pada 28 Febuari. Perusahaan tutup permanen 1 Maret 2025. Hallo Noel! Mana janjimu? Jangan cuma omon-omon!" imbuh akun @yusuf_dumdum.
"Sritex tutup, kemarin Sanken juga, ini khan bisa jadi indikator Indonesia Gelap. Daya beli menurun, kualitas SDM menurun, pungutan liar dan sentimen korupsi khan membuat prospek ekonomi mengkhawatirkan," komentar akun @andi_chairil.
Sebagai informasi, PT Sritex pailit bermula dari perusahaan yang tidak mampu membayar utang yang membengkak.
Beberapa penyebab Sritex bangkrut adalah beban finansial yang besar akibat pandemi COVID-19 dan minimnya investasi serta kemahnya industri tekstil karena banjirnya produk tekstil yang diimpor dari luar negeri.
Pada tahun 2021 lalu, Sritex dikabarkan tak bisa membayar utang senilai US$350 juta dan perusahaan tersebut dilaporkan CV Prima Karya karena menunda kewajiban membayar utang pada bulan Januari 2022.
Pengadilan sempat mengajukan permohonan untuk menyelesaikan dengan perjanjian damai, namun Sritex dinyatakan lalai memenuhi kewajibannya. Kasasi Sritex ditolak MA (Mahkamah Agung) dan resmi dinyatakan pailit pada akhir 2024 lalu.
Artikel Terkait
Tak Tampik Ada Motif Politik, Mahfud MD Ungkap Peranan Presiden Prabowo Subianto dalam Pengungkapan Korupsi Pertamina Oleh Kejagung
Sarkas! Gunakan Pertamax Tapi Mobilnya Rusak Sebelum Lunas, Soimah Maki- Maki Koruptor Pertamina
Sering Disebut dalam Kasus Korupsi Pertamina, Apa Itu RON? Mengenal Arti Nilai Oktan hingga Jenis-Jenisnya di Indonesia
GEGER! Mobil Dinas Presiden Prabowo Isi BBM di SPBU Shell Bukan Pertamina: Rakyat Memang Budak Penipuan
Bupati Jember Terpilih Gus Fawait Tandatangani SK Honorer yang Lolos PPPK Tahap 1 dan SE Terkait Libur Guru di Tengah Retret di Magelang
Bintang Emon Bela Pertamina? Sebut Tidak Ada BBM Oplosan hingga Minta Publik Tak Jadi SDM Rendah, Netizen: Hati-Hati Videonya Dimanfaatin Buzzer
Siapa Fitra Eri? ini Profil Influencer Otomotif Berpengaruh yang Berani Tolak Jadi Buzzer Pertamina soal Bensin Oplosan!