SketsaNusantara.id - Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan (PLHK) Universitas Jember membantu mencarikan solusi, terkait adanya penurunan kualitas air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Glondong Kabupaten Banyuwangi.
Penurunan kualitas air yang dikeluahkan masyarakat ini dikarenakan adanya pencemaran limbah rumah tangga dan industi, yang tidak dikelola dengan baik.
Kondisi ini berdampak pada kondisi social dan ekonomi masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai, karena sebagian besar mengandalkan aliran sungai dan alam sebagai sumber pendapatan Utama.
Hal ini disampaikan oleh Fasilitator Focus Group Discussion (FGD) Hadi Makmur, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, pada 25 Februari 2025 di Banyuwangi.
"Kepedulian terhadap sesama manusia harus menjadi prioritas utama sebelum berbicara tentang lingkungan. Masyarakat yang tinggal di pinggir sungai, yang seharusnya bukan wilayah permukiman, menghadapi berbagai risiko sosial dan lingkungan yang serius," ujarnya.
Maka, perlu Langkah konkrit yang dilakukan semua pihak terutama pemangku wilayah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi untuk bisa mengurai persoalan ini.
Baca Juga: Setelah 1 Tahun Berlaku, Sistem Satu Arah di Wilayah Kampus UNEJ Resmi Dicabut Dishub Sejak Hari Ini
"Oleh karena itu, perlu ada perhatian khusus dari semua pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta, untuk memberikan solusi yang tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memastikan kesejahteraan sosial bagi warga terdampak," imbuhnya.
Hadi menyampaikan, harus ada pendekatan yang dilakukan untuk bisa mencarikan solusi bukan hanya melestarikan lingkungan tetapi, juga focus pada kesejahteraan masyarakatnya.
Sementara itu, Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M UNEJ Banun Kusumawardani menyampaikan, ada beberapa rekomendasi yang diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi yakni dengan memperkuat regulasi terlebih dahulu.
Baca Juga: Jadi Pionir Inovasi, Rektor UNEJ Kukuhkan 7.630 ARUNA, Mahasiswa Baru 2024
"Penguatan regulasi dalam pengelolaan limbah domestik dan industri agar tidak mencemari sungai, peningkatan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya konservasi DAS, serta upaya revitalisasi kawasan hulu sungai melalui penghijauan lahan kritis," ungkapnya.
Banun juga menyampaikan, Langkah yang bisa dilakukan dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi yakni dengan ekowisata.
Artikel Terkait
Teh Cascara Vanilli, Produk Minuman Unik yang Ramah Lingkungan, Kolaborasi Mawa Unej dan Timor Leste
Jadi Pionir Inovasi, Rektor UNEJ Kukuhkan 7.630 ARUNA, Mahasiswa Baru 2024
Bangun Kesadaran dan Edukasi Masyarakat Soal Kebencanaan, LP2M Unej Revitalisasi Museum Kenangan Gunung Semeru di Lumajang
Setelah 1 Tahun Berlaku, Sistem Satu Arah di Wilayah Kampus UNEJ Resmi Dicabut Dishub Sejak Hari Ini
Jember Darurat Miras! PWI Jember Gandeng UNEJ Gelar Dialog Publik: Penyakit Mabuk Miras, Adakah Solusinya?