lifestyle

Tetap Sehat Setelah Lebaran, Berikut Cek Kesehatan yang Perlu Dilakukan Setelah Idul Fitri, dari Tekanan Darah hingga Kolesterol

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan untuk memantau indikator tubuh seperti tekanan darah. (Freepik)

SketsaNusantara.id - Momentum Hari Raya Idul Fitri identik dengan berbagai hidangan lezat, mulai dari opor ayam, rendang, ketupat, hingga beragam kue manis yang menggoda selera.

Namun di balik suasana penuh kebahagiaan tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan tubuh.

Perubahan pola makan selama Lebaran sering kali menyebabkan meningkatnya konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam.

Baca Juga: Berapa Harga Whoop Band? Inilah Gelang yang Digunakan Deddy Corbuzier untuk Memantau Kesehatan Vidi Aldiano, Fungsinya Mirip Seperti Pelatih Pribadi

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami indikator kesehatan tubuh yang ideal agar tetap dapat menjaga kondisi fisik tetap stabil setelah perayaan.

Salah satu informasi mengenai indikator kesehatan ini dibagikan melalui media sosial oleh akun edukasi kesehatan X @dosenkesmas.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan berbagai parameter penting yang biasanya digunakan tenaga medis untuk menilai kondisi kesehatan seseorang.

Baca Juga: Ajakan Bukber Mulai Berdatangan? Herjunot Ali Ingatkan Hal Ini Sebelum Ikutan Buka Puasa Bersama demi Menjaga Kesehatan Mental

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa terdapat sejumlah indikator kesehatan yang perlu diketahui masyarakat.

Salah satu indikator paling umum yang sering digunakan untuk menilai kondisi kesehatan adalah tekanan darah yang normalnya berada pada kisaran 120/80 mmHg.

Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menjadi tanda hipertensi, sementara tekanan yang terlalu rendah juga dapat memicu gangguan kesehatan tertentu seperti pusing atau mudah lelah.

Selain tekanan darah, denyut nadi juga menjadi indikator penting, yang batas normalnya berada pada kisaran 70-100 kali per menit.

Denyut nadi yang terlalu cepat atau terlalu lambat dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem kardiovaskular atau kondisi kesehatan tertentu yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga: Benarkah Biji Pepaya Layak Disebut Superfood? Mengungkap Manfaat, Risiko, dan Fakta Ilmiah yang Jarang Dibicarakan di Balik Tren Kesehatan di Medsos

Halaman:

Tags

Terkini