Perubahan ini membuat indeks glikemiknya turun sekitar 40-45%, sehingga pelepasan glukosa ke darah menjadi lebih lambat dan kerja pankreas lebih ringan.
Selain itu, fermentasi RS3 menghasilkan short-chain fatty acids (SCFA) yang membantu menurunkan peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin, terutama pada jaringan otot.
RS3 juga menjadi nutrisi bagi Bifidobacterium dan Lactobacillus, yang berperan dalam mengatur metabolisme glukosa melalui mekanisme gut-brain-liver axis.
“Kentang mentah disimpan di kulkas -> gula naik (CIS). Kentang direbus lalu didinginkan -> GI turun -+ 45%, RS naik 3-4×, mikrobiota sehat, insulin lebih sensitif,” tulis Denny.
Ringkasan ini menegaskan bahwa langkah sederhana seperti pendinginan kentang setelah direbus dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan metabolik, terutama bagi mereka yang tengah berupaya memperbaiki kontrol gula darah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Benarkah Madu Lebih Baik dari Gula Pasir? Begini Penjelasan Ilmiah Denny Kristiawan Beberkan Kandungan Rahasia di Balik Madu
Kenapa Kopi Bisa Bikin Fokus Sekaligus Memicu Gangguan Kecemasan? Begini Penjelasan Ilmiah Menurut Penasihat Kesehatan Denny Kristiawan
3 Hari Tayang, Film Agak Laen Menyala Pantiku Tembus 1 Juta Penonton, Ernest Prakasa: Terlalu Aneh Rasanya
Minimarket hingga Gudang Bulog di Tapanuli Tengah dan Sibolga Jadi Sasaran Penjarahan, Diduga Karena Bantuan Tak Kunjung Datang