Kamis, 4 Juni 2026

Apakah Kentang Bisa Jadi Lebih Berbahaya jika Disimpan di Kulkas? Fakta Ilmiahnya Mengejutkan

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Minggu, 30 November 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi kentang.  (Freepik/8photo)
Ilustrasi kentang. (Freepik/8photo)

 

SketsaNusantara.id - Banyak orang tidak pernah membayangkan bahwa cara mereka menyimpan bahan makanan sederhana seperti kentang dapat memengaruhi kesehatan metabolisme secara signifikan.

Di awal pembahasannya, disampaikan informasi yang juga tercantum di laman resmi lynk.id bahwa Denny Kristiawan dikenal sebagai penasihat kesehatan sekaligus penemu regainyouth.id. Ia populer melalui berbagai konten edukasi mengenai kesehatan dan gaya hidup lebih baik.

Salah satu materi yang dibahasnya adalah mengenai bagaimana perlakuan berbeda pada kentang dapat membuatnya menjadi “musuh” atau justru “teman” bagi metabolisme, terutama bagi individu dengan risiko atau kondisi diabetes.

Baca Juga: Viral Menu Makan Bergizi Gratis di Depok, Isinya Kentang Rebus dan Pangsit Satu Biji, Ini Penjelasan SPPG

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagramnya @regainyouth.id, pemaparannya dibuka dengan kalimat yang cukup menggugah rasa penasaran.

“Banyak yang belum tahu: cara menyimpan kentang bisa menentukan apakah dia jadi ‘musuh’ atau ‘teman’ bagi metabolisme dan diabetes kamu,” tulisnya.

Penjelasan ini kemudian menguraikan fakta ilmiah yang mungkin jarang diketahui masyarakat umum.

Baca Juga: Anak SD Panen Kentang Sendiri di Hari Anak Nasional, BRI Bikin Edukasi Pertanian Jadi Seru

Ia menjelaskan bahwa kentang mentah yang disimpan di kulkas dapat mengalami peningkatan kadar gula akibat fenomena ilmiah bernama Cold-Induced Sweetening (CIS).

Dalam proses ini, suhu dingin di bawah 10°C memicu enzim amilase dan invertase memecah pati menjadi glukosa dan fruktosa.

“Kentang mentah disimpan di kulkas justru bisa menaikkan kadar gula di dalamnya,” jelasnya. Fenomena tersebut bukan hanya asumsi, tetapi telah dibuktikan oleh penelitian.

Ia mengutip beberapa jurnal, salah satunya penelitian oleh Cui G. et al. (2025) dalam Front Plant Science, yang menemukan peningkatan signifikan gula reduksi selama penyimpanan dingin.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X