Minggu, 19 Juli 2026

FOMO Picu Keputusan Impulsif, Angellie Nabilla Ingatkan Risiko Salah Pilih Jurusan hingga Depresi

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 14:30 WIB
Angellie Nabilla saat menjelaskan salah langkah akibat FOMO bisa menghancurkan masa depan (Tangkapan Layar Kanal Youtube MALAKA)
Angellie Nabilla saat menjelaskan salah langkah akibat FOMO bisa menghancurkan masa depan (Tangkapan Layar Kanal Youtube MALAKA)

Baca Juga: Dilengkapi Layar dan Speaker Eksklusif! Redmi Pad 2 Bawa Lompatan Besar di Kelas Entry-Level, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Keinginan untuk mendapat validasi sosial dari lingkungan digital memaksa banyak orang untuk membeli, memilih, atau menjalani sesuatu hanya demi terlihat relevan, bukan karena kebutuhan atau keinginan pribadi yang sejati.

Dunia yang Penuh Fear Mongering dan Ilusi Kesuksesan

Di platform media sosial, tak sedikit selebritas atau influencer yang menggunakan taktik fear mongering untuk menjual produk atau gaya hidup tertentu.

Angellie menyebut banyak selebritas yang mendorong audiens membeli kripto atau memilih jurusan tertentu tanpa menjelaskan risiko, latar belakang, atau kebutuhan modal yang sebenarnya. Akibatnya, pengikut mereka ikut-ikutan tanpa persiapan dan akhirnya terjebak dalam keputusan keliru.

Baca Juga: Sering Diminum untuk Pembentukan Otot, Bolehkah Penderita Hipertensi Mengonsumsi Kreatin? Ini Kata dr. Tirta  

Perbandingan Sosial yang Tidak Setara

Menurut teori Social Comparison dari Leon Festinger (1954), manusia cenderung membandingkan diri dengan orang lain.

Namun, Angellie menekankan bahwa perbandingan ini tidak relevan jika dilakukan dengan tokoh yang sudah memiliki privilege besar seperti kekayaan, koneksi, atau sistem pendukung.

Seseorang yang baru memulai karir tidak bisa disamakan dengan selebritas yang sudah memiliki modal dan backup plan.

Baca Juga: Rilis di Indonesia, Honor 400 Tawarkan Kamera 200 MP dan Fitur Unggulan HP Premium, Ini Spesifikasi hingga Harganya

Skill Kebal Sales dan Rasionalitas dalam Konsumsi

Salah satu solusi yang ditawarkan Angellie adalah melatih skill kebal sales, yakni kemampuan untuk menolak tawaran yang tidak diperlukan. Ia mencontohkan fenomena bunda-bunda yang jago menawar di pasar sebagai contoh nyata konsumen kritis.

Kebiasaan membeli sesuatu hanya karena diskon atau promosi bisa jadi awal dari pengeluaran tidak rasional dan keputusan yang keliru.

Karier sebagai Cerminan Identitas Diri

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube MALAKA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X