Mengutip teori Career Construction dari Savickas (2005), Angellie menyebut bahwa pilihan karier merupakan bentuk pembangunan identitas. Pilihan yang impulsif akibat FOMO cenderung menghasilkan ketidakpuasan kerja dan kecenderungan untuk terus berpindah karier.
Penelitian dari Journal of Vocational Behavior (2019) juga menunjukkan bahwa keputusan karir yang tidak matang akan berdampak jangka panjang pada stabilitas dan kebahagiaan seseorang.
Menghindari FOMO dengan Tiga Pilar Utama
Untuk menghindari jebakan FOMO, Angellie menyarankan tiga pendekatan utama. Pertama, self-awareness, yaitu memahami apa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan oleh diri sendiri.
Kedua, critical thinking, yakni kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima. Dan ketiga, long-term vision, atau visi jangka panjang yang tidak terjebak dalam tren sesaat.
Dengan kesadaran penuh dan pertimbangan matang, seseorang bisa menghindari kesalahan fatal dalam menentukan arah hidup. Sebab hidup bukan sekedar mengejar tren, tetapi membangun fondasi yang kuat untuk masa depan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Benarkah Kantong Teh Celup Berbahaya? Ini Fakta, Risiko, dan Tips Aman Menyeduh Teh
7 Cara Membuat Pupuk Cair dari Limbah Dapur, Alternatif Murah dan Ramah Lingkungan
Ngaku Sering Ngantuk Habis Makan? Dokter Tirta Bongkar Penyebab Sebenarnya
Kulit Buah Bisa Jadi Pembersih Ramah Lingkungan? Kenali Manfaat Ekoenzim
10 Tips Ampuh Membuat Artikel Berpeluang Besar Lolos Terpublikasi di Jurnal Terindeks SINTA 2: Dijamin Berhasil Memikat Hati Reviewer
Sering Tak Sadar Main HP Terlalu Lama? Waspadai Dampak Doomscrolling pada Kesehatan Mental