SketsaNusantara.id – Kreatin adalah salah satu suplemen populer yang digunakan untuk mendukung pembentukan otot dan meningkatkan energi, terutama di kalangan atlet dan penggiat kebugaran.
Meski banyak diminum oleh para atlet, namun tak jarang muncul pertanyaan apakah kreatin aman dikonsumsi oleh penderita hipertensi?
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng, dr. Tirta memberikan penjelasan yang menyeluruh mengenai hubungan antara konsumsi kreatin, hipertensi, dan kondisi ginjal.
Baca Juga: Ngaku Sering Ngantuk Habis Makan? Dokter Tirta Bongkar Penyebab Sebenarnya
Penjelasan ini menjadi sangat penting mengingat banyaknya mitos dan kesimpangsiuran informasi yang beredar terkait konsumsi kreatin.
Kreatin dan Fungsinya dalam Tubuh
Kreatin merupakan senyawa alami yang terbentuk dari asam amino, dan secara alami dapat ditemukan di dalam tubuh manusia maupun dalam sumber makanan seperti daging merah dan ikan.
Suplemen kreatin digunakan untuk meningkatkan performa fisik, khususnya pada olahraga yang memerlukan tenaga eksplosif seperti angkat beban, sprint, dan latihan intensitas tinggi lainnya.
Baca Juga: Makanan yang Dibakar Bisa Memicu Kanker, Dokter Tirta Berikan Tips Aman Konsumsi Menu Bakaran tanpa Mengabaikan Resiko Kesehatan
Menurut dr. Tirta, kreatin adalah suplemen yang aman dikonsumsi oleh orang yang sehat.
Ia berfungsi dengan menarik air ke dalam sel-sel otot, meningkatkan volume otot, serta menyediakan cadangan energi tambahan melalui produksi ATP (adenosin trifosfat) yang lebih cepat.
Dengan efek tersebut, energi saat latihan meningkat, dan otot menjadi lebih bertenaga serta cepat pulih.
Risiko bagi Penderita Hipertensi
Meski bermanfaat, konsumsi kreatin tidak lepas dari risiko, terutama bagi penderita hipertensi. Dokter Tirta pun membagi tingkat hipertensi menjadi beberapa tahapan:
Prehipertensi: Tekanan darah sistolik antara 120–140 mmHg dan diastolik antara 80–100 mmHg.
Hipertensi Tahap 1: Tekanan darah sedikit di atas ambang normal, tapi masih bisa dikendalikan.
Hipertensi Tahap 2: Tekanan darah di atas 170 mmHg atau lebih, yang menandakan kondisi kronis dan berisiko tinggi.
Baca Juga: Sindir Coach Justin, Dokter Tirta Respons Soal Kekalahan Indonesia yang Disebut Butuh Proses, Tantang Patrick Kluivert Jika Timnas Kalah dari Bahrain
Menurut dr. Tirta, pada tahap prehipertensi atau hipertensi tahap awal, kreatin masih tergolong aman dikonsumsi dengan catatan tekanan darah terus dimonitor dan tidak ada gangguan ginjal.
Namun, jika seseorang sudah berada di tahap hipertensi berat (tahap 2), maka konsumsi kreatin sangat tidak dianjurkan.
Hal ini disebabkan karena kreatin bersifat menarik air ke dalam otot, yang dapat meningkatkan volume darah dan berpotensi menaikkan tekanan darah lebih tinggi.
Ini tentu berbahaya bagi penderita hipertensi parah dan dapat memperburuk kondisi jantung serta ginjal.
Hubungan dengan Kesehatan Ginjal
Ginjal berperan penting dalam metabolisme kreatin. Oleh sebab itu, jika seseorang memiliki riwayat atau gangguan ginjal, konsumsi kreatin—bahkan dalam dosis standar sekalipun, perlu dihindari.
dr. Tirta menegaskan bahwa bukan hanya kreatin yang harus dibatasi, tetapi juga protein, karbohidrat, serta cairan, untuk menjaga stabilitas fungsi ginjal dan tekanan darah.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa jika seseorang memiliki gejala gangguan ginjal, seperti sulit buang air kecil, tekanan darah yang tidak stabil, serta pembengkakan tubuh, maka konsumsi suplemen seperti kreatin bisa memperburuk kondisi tersebut.
Tak Perlu Takut Berlebihan bagi Orang Sehat
Bagi individu sehat tanpa riwayat hipertensi maupun penyakit ginjal, dr. Tirta menyatakan bahwa konsumsi kreatin tergolong aman. Dosis normal berkisar antara 3–5 gram per hari, dan ini sudah cukup untuk mendukung latihan fisik dan pembentukan massa otot.
dr. Tirta membantah mitos bahwa kreatin bisa menyebabkan gagal ginjal secara langsung. Menurutnya, risiko baru muncul apabila kreatin dikonsumsi dalam jumlah yang sangat berlebihan, misalnya hingga 5 kilogram per hari, yang tentu tidak wajar.
Dengan dosis yang dianjurkan dan gaya hidup sehat, kreatin tidak akan memberikan dampak negatif bagi orang sehat.
Artikel Terkait
Belajar dari Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Rinjani, Inilah Daftar Do dan Don't Saat Pendakian Gunung Agar Kamu Kembali Pulang dengan Selamat
5 Manfaat Tersembunyi Teh Hijau untuk Tubuh dan Pikiran: Dari Cegah Kanker sampai Tidur Lebih Nyenyak!
Teh Hijau Jadi Simbol 2 Peradaban Besar: Rahasia Tradisi Minum Teh dari Cina hingga Jepang yang Jarang Diketahui
3 Cara Mengelola Kecemasan pada Generasi Z di Tengah Tekanan Dunia Kerja
Benarkah Kantong Teh Celup Berbahaya? Ini Fakta, Risiko, dan Tips Aman Menyeduh Teh
Kulit Buah Bisa Jadi Pembersih Ramah Lingkungan? Kenali Manfaat Ekoenzim
Sering Tak Sadar Main HP Terlalu Lama? Waspadai Dampak Doomscrolling pada Kesehatan Mental