Jika data ini bocor, individu berisiko menjadi korban penyalahgunaan identitas seumur hidup karena tidak ada cara untuk mengganti iris seperti halnya kata sandi.
Dampak kebocoran data retina bisa sangat serius. Jika berhasil diretas, data ini dapat digunakan untuk pencurian identitas, akses ilegal ke sistem keamanan, atau bahkan dijual di pasar gelap.
Fenomena World App mengingatkan kita pada pentingnya literasi digital dan perlindungan data pribadi.
Baca Juga: Woro-Woro! Komdigi Minta Masyarakat Cepat Beralih dari SIM Fisik ke eSIM, Ini Keunggulannya
Masyarakat perlu memahami bahwa imbalan yang ditawarkan World App, tidak sebanding dengan risiko jangka panjang akibat kebocoran data biometrik.
Pemerintah juga harus memperketat pengawasan terhadap layanan asing yang mengelola data sensitif.
Apalagi, Worldcoin pernah menghadapi larangan di negara seperti Spanyol dan Korea Selatan karena pelanggaran privasi, termasuk pengumpulan data tanpa dasar hukum yang jelas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Heboh! Dugaan Aplikasi Telegram Akan Ditutup Atau Dibatasi, Buntut dari Penangkapan Pavel Durov, Cek Penyebabnya
Cara Back Up Data di Telegram tanpa Aplikasi Tambahan, Praktis dan Mudah, Tak Sampai 5 Menit
Whatsapp vs Telegram, Mana yang Lebih Baik? Berikut 7 Keunggulan Aplikasi Pesan Instan Buatan Pavel Durov
Apa Itu Aplikasi Temu? Mengapa Platform Asal China Ini Dilarang Beroperasi di Indonesia?
Siswi SMA 3 Muhammadiyah Jember Temukan Aplikasi Pendeteksi Potensi Jentik Nyamuk Penyebab DBD, Catatkan Prestasi Nasional
Apa itu Koin Jagat? Viral Tren Perburuan 'Harta Karun' yang Bikin Resah Karena Merusak Fasilitas Umum, Komdigi Sampai Ikut Turun Tangan