jelajah

Apa itu Wulan Kapitu? Tradisi Ritual Suci Masyarakat Tengger Mengakibatkan Pembatasan Akses Wisata ke Gunung Bromo, Ini Maknanya

Senin, 27 Januari 2025 | 08:30 WIB
Potret pelaksanaan ritual suci Wulan Kapitu, tradisi Suku Tengger yang menutup kawasan wisata Bromo. (Instagram/info_pasuruan)

 

SketsaNusantara.id - Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memberlakukan penutupan sementara di kawasan wisata Bromo pada hari Senin, 27 Januari 2025.

Hal ini dilakukan karena adanya agenda pelaksanaan ritual suci yang merupakan adat dan budaya Masyarakat Tengger memasuki akhir Wulan Kapitu.

Dalam keterangan tertulis yang diunggah di akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru, akses wisata ke Gunung Bromo akan ditutup sementara mulai hari Senin, 27 Januari 2025 pukul 15.00 WIB sampai dengan hari Selasa 28 Januari 2025 pukul 23.59 WIB.

Baca Juga: Jejak Kerajaan Majapahit di Gunung Bromo, Ada Desa Tempat Suci yang Dihuni Abdi Dewata Sejak Zaman Hayam Wuruk?

Kawasan wisata tersebut akan dibuka kembali seperti biasa mulai pukul 01.00 WIB pada hari Rabu, 29 Januari 2025 mendatang.

Lantas, apa itu Wulan Pitu? Apa yang menyebabkan penyelenggaraan tradisi Suku Tengger tersebut hingga dilakukan penutupan wisata Bromo?

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berikut penjelasan mengenai Wulan Kapitu yang ternyata memiliki makna bagi masyarakat suku Tengger dan berdampak positif bagi lingkungan.

Baca Juga: Bawaslu Kabupaten Pasuruan Tindak Tegas Kesalahan Prosedur Coklit, Lakukan Uji Petik di Kaki Gunung Bromo

Wulan Kapitu merupakan tradisi warisan budaya yang dijalankan oleh Suku Tengger setiap tahunnya.

Tradisi ini mengandung nilai spiritual mendalam yang mengaitkan hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.

Wulan Kapitu adalah bulan ketujuh dalam penanggalan Jawa yang dianggap sebagai bulan suci bagi masyarakat Tengger.

Baca Juga: Apa Itu Yadnya Kasada? Upacara Adat Masyarakat Asli Bromo Suku Tengger

Selama periode ini, masyarakat Tengger melaksanakan serangkaian ritual suci, termasuk upacara Wulan Kapitu atau yang dikenal juga dengan nama Megeng atau Pati Geni.

Halaman:

Tags

Terkini