Ia selalu membawa senjata tajam berbentuk arit besar melengkung mirip bulan sabit yang kemudian dikenal dengan nama Celurit.
Tak hanya itu, Sakera juga diyakini sebagai seorang tokoh pejuang yang melawan praktik korupsi yang terjadi di pekebunan tebu dan pabrik gula saat itu,.
Kemunculan sosok Sakera dan Celurit ini senada dengan hasil penelitian De Jonge yang dikutip Latief Wijaya.
Dalam catatan penelitian tersebut, ada seorang asisten residen dari Bangkalan yang mengungkapkan kondisi Pulau Madura pada tahun 1847-1849.
Tercatat bahwa pada periode tersebut marak kasus pembunuhan yang terjadi hampir setiap hari.
Baca Juga: Bukan Hanya Kujang, Inilah 6 Senjata Tradisional yang Masyarakat Sunda Harus Tau! Ada Kapak Besar?
Catatan penelitian dan kisah munculnya Sakera ini pun saling bertaut hingga akhirnya diyakini sebagai momen munculnya Celurit.
Kedati demikian, banyak juga yang meyakini bahwa Sakera ini hanyalah sosok fiktif belaka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!