SketsaNusantara.id - Siapa tak kenal Jalan Malioboro? Salah satu ikon pariwisata Yogyakarta yang cukup terkenal di kalangan wisatawan.
Sebagai pusat perbelanjaan, Jalan Malioboro dipenuhi oleh deretan toko-toko, mall hingga lokasi pasar tertua di Yogyakarta berada.
Namun siapa sangka, di tengah jalan paling terkenal di Yogyakarta tersebut, berdiri sebuah tugu yang menjadi saksi bisu perubahan Yogyakarta dari waktu ke waktu.
Momunem Ngejaman, atau dikenal juga dengan nama Tugu Ngejaman, berada di pertigaan Jalan Malioboro dan Jalan Reksobayan, tak jauh dari Pasar Beringharjo dan Benteng Vredeburg.
Tugu berusia 100 tahun lebih ini merupakan saksi bisu perubahan Yogyakarta dari waktu ke waktu.
Sejumlah peristiwa terekam dalam tugu dengan tinggi 1.5 meter tersebut.
Termasuk kisah pengasingkan Ki Hajar Dewantara ke Belanda pada tahun 1913.
Pengasingan Ki Hajar Dewantara kala itu tak lepas dari rencana pembangunan Tugu Ngejaman.
Walau berada di Jalan Malioboro, Tugu Ngejaman bukan didirikan oleh Keraton Yogyakarta, melainkan oleh masyarakat Belanda.
Tugu ini didirikan pada tahun 1916 dengan nama Stadsklok atau jam kota.
Mirisnya, Tugu Ngejaman didirikan sebagai peringatan 100 tahun kembalinya Pulau Jawa ke bawah pemerintahan Belanda.