jelajah

Konon Jadi Bekas Petirtaan di Zaman Kerajaan Mataram Kuno, Situs Payak di Bantul Yogyakarta Ini Dibangun Pada Abad ke-9

Senin, 30 September 2024 | 22:00 WIB
Situs Payak di Bantul Yogyakarta (youtube.com/VC Explore)

SketsaNusantara.id – Kerajaan Mataram Kuno adalah Kerajaan yang berbasis Hindu-Buddha dan didirikan di Jawa Tengah sekitar abad ke-8.

Diketahui, Kerajaan Mataram Kuno juga pernah berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10 dan mengalami puncak kejayaannya. Kerajaan ini juga disebut sebagai Kerajaan Medang.

Kerajaan Mataram Kuno meninggalkan berbagai situs sejarah seperti candi, prasasti, dan lainnya.

Baca Juga: Tempat Pelarian Prabu Brawijaya V, Candi Dukuh di Semarang Ini Terletak di Atas Bukit Pinggir Rawa Pening

Peninggalan sejarah dari Kerajaan Mataram Kuno yang paling terkenal adalah Candi Borobudur dan Prambanan. Namun, selain peninggalan tersebut. Kerajaan Mataram Kuno diketahui memiliki situs peninggalan yang berupa petirtaan.

Salah satu peninggalan petirtaan adalah bernama Situs Payak yang terletak di Dusun Bintaran Wetan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Dilansir dari laman srimulyo.bantulkan.go.id oleh SketsaNusantara.id, diketahui Situs Payak dibangun pada abad ke-9 dan ditemukan pada tahun 1970-an oleh pembuat batu bata dikarenakan lokasi ini merupakan lahan pembuatan batu bata.

Baca Juga: Inilah Keunikan Candi Lumbung Khas Buddha yang Nyempil di Area Candi Hindu, Ternyata Terselip Kisah Ini...

Para ahli arkeologi mengatakan bahwa situs ini dulunya merupakan petirtaan atau bangunan pemandian dan penempatan air suci pada masanya.

Situs pertirtaan ini merupakan bagunan yang berbahan dasar dari batu putih atau tuf dan berdenah seperti huruf U serta terletak pada kedalaman 6 meter di bawah permukaan tanah.

Di dalam bangunan ini, ada sebuah kolam yang berukuran 3,12 x 1,86 meter dengan kedalaman 60 sentimeter.

Baca Juga: Dibangun Pada Awal Kekuasaan Kerajaan Majapahit, Inilah Candi Kotes di Blitar yang Merupakan Anugerah dari Raden Wijaya

Selain itu, terdapat arca Dewa Siwa yang berada di dinding didi barat laut dan diletakkan pada relung.

Tak hanya itu, Situs Payak ini juga pernah ditemukan fragmen-fragmen gerabah serta wadah peripih dengan 17 lubang yang melambangkan Wastu Purusua Mandala yang merupakan diagram berfungsi untuk rancangan metafisika serta letak tata bangunan.***

Halaman:

Tags

Terkini