jelajah

Biografi Kyai Imam Mursyid Muttaqien, Satu Pejuang Ulama Jadi Korban Kekejian PKI

Minggu, 22 September 2024 | 07:30 WIB
K.H. Imam Mursyid Muttaqien korban PKI tahun 1948. (Kolase Instagram/smkpsmwarujayeng.sch.id,histori_nusantara_id)

Sekitar tahun 1923 hingga 1933, Kyai Imam Mursyid Muttaqien kecil dan remaja hanya fokus dalam belajar dan mengaji.

Kyai Imam Mursyif mengaji pada Kyai Mutjabak Zein di Cilendek, Bogor, Jawa Barat. Ia juga bersekolah di HIS dan MULO.

Baca Juga: Lakukan Amalan Tidak Bicara dengan Orang Lain Seminggu Sekali dan Hidup akan Lebih Bahagia, Ijazah Kyai Ahmad Saifurrohmah Dy

Kyai Imam Mursyid Muttaqien memiliki jalur atau sanad keilmuan pesantren dan jalur keilmuan pendidikan umum.

Kyai Imam Mursyid Muttaqien menjadi Kyai di usia muda yakni saat berusia 20 tahun.

Saat menjadi seorang Kyai dirinya juga telah menerima mandat untuk memimpin Tarekat Syattariyah.

Baca Juga: Taburkan Garam, Inilah Amalan Sakti Pengusir Hantu Ijazah Kyai Abdul Hannan Ma'shum, Ajaran dari Orang Blitar

Tarekat Syattariyah merupakan aliran tarekat yang pertama kali muncul di India di abad ke-15.

Tarekat tersebut dinisbahkan kepada tokoh yang mempopulerkan dan berjasa mengembangkannya yakni Abdullah asy-Syattar.

Kyai Imam Mursyid menjadi sosok memimpin Pesantren Sabilil Muttaqien berbekal ilmu yang ia dapatkan ketika menjalani pendidikan di pesantren dan juga pendidikan umum.

Baca Juga: Celana Pendek Gus Dur saat Dilengserkan, Inilah 3 Fakta Kesederhanaan sang Kyai yang Lahir 7 September

Kyai Imam Mursyid Muttaqien meneruskan Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien karena ayahnya (Kyai Imam Muttaqien) dan kakeknya (Kyai Hasan Ulama) yang telah wafat.

Kakek Kyai Imam Mursyid Muttaqien yakni Kyai Hasan Ulama telah dinyatakan wafat pada tahun 1917.

Sebagai pemimpin, Kyai Imam Mursyid Muttaqien melakukan serangkaian tindakan dalam mengatur, mengelola, dan mengarahkan pondok pesantren agar sesuai dengan tujuan.

Baca Juga: Hukum Berdebat Apalagi sampai Merendahkan Orang Lain Menurut Kyai Hasyim Asy'ari dalam Kitab Adabul Alim wa Muta'alim

Halaman:

Tags

Terkini