jelajah

Sosok Raja Jawa Paling Bengis, Bunuh Anak Sultan Agung hingga Bantai 6.000 Ulama Pendukung Putra Mahkota Mataram Islam

Minggu, 22 September 2024 | 10:30 WIB
Ilustrasi raja jawa paling kejam (Tangkapan layar YouTube TaksakaSeta)

Namun setelah menjegal sang adik, Raden Mas Sayyidin pun naik tahta dengan gelar Amangkurat I.

Setelah Sultan Agung mangkat, Amangkurat I memimpin Mataram Islam dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas.

Baca Juga: Kisah Bangunan Pertama yang Dibuat saat Kesultanan Mataram Islam Berdiri, Konon Prosesnya Melewati Perjalanan yang Dramatis

Sayangnya, caranya memimpin bertolak belakang dengan sang ayah, Sultan Agung.

Amangkurat I dikenal sebagai raja yang semena-mena, dzalim hingga bengis.

Bahkan ia bersikap lembek terhadap kolonial Belanda yang bebas mencengkram hasil bumi di wilayah Mataram.

Baca Juga: Di Mana Letak Makam Kapten Tack? VOC yang Kemudian Terbunuh di Kartasura oleh Pasukan Gabungan Amangkurat II dan Untung Suropati

Sebagai pemimpin yang otoriter, Amangkurat I tak hanya menjegal adiknya, Pangeran Alit namun juga membunuh anak bungsu Sultan Agung saat berusaha menyerang istana.

Tak hanya itu, kekejamannya yang banyak dibahas sejumlah peneliti sejarah yakni pembantaian ulama.

Ia merencanakan pembantaian orang hingga ulama-ulama pendukung Pangeran Alit.

Baca Juga: Bucin Parah! Raja Mataram Ini Nekat Rebut Istri Orang hingga Lupa Pekerjaan, Kisah Tragis Selir Amangkurat I

Dalam buku karya H.J. de Graaf, De Regering van Sunan Mangku-Rat I Tegal-Wangi, vorst van Mataram, 1646-1677, Amangkurat I berpesan agar jangan seorang pun dari pemuka-pemuka agama dalam yuridiksi Mataram luput dari pembunuhan.

Lalu dibuatlah daftar nama para ulama termasuk keluarganya.

Mereka lalu dikumpulkan di alun-alun Plered untuk kemudian dibantai dengan keji.

Baca Juga: Mengenal 2 Permaisuri Sultan Agung, Nama Asli hingga Keturunan yang Menjadi Putra Mahkota

Halaman:

Tags

Terkini