jelajah

Istri Letjen Suprapto, Perempuan yang Bertahan Hidup dari Kisah Tragis Kematian Sang Suami Korban Kekejaman G30S PKI

Sabtu, 21 September 2024 | 20:00 WIB
Sosok Letjen Suprapto dan Julie Suparti (Tangkapan layar Youtube Intel Melayu)

Julie menambahkan bahwa Suprapto tidak diperbolehkan memakai seragam dinas, hanya mengenakan sarung dan piyama. Sontak, Karlinah menjadi semakin bingung.

Baca Juga: Siapa KS Tubun? Biografi Salah Satu Pahlawan Revolusi, Sosok Paling Beda dari Kesembilan Pejuang G30S PKI

Ia pun mencoba bertanya lebih lanjut kepada Julie mengenai alasan penjemputan tersebut, namun Julie hanya bisa menggeleng, tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Letjen Suprapto adalah salah satu dari tiga jenderal yang berhasil diculik dalam keadaan hidup, bersama dengan Mayjen S Parman dan Brigjen Sutoyo Siswomiharjo.

Ketiganya kemudian dibawa ke Lubang Buaya, lokasi di mana mereka dihabisi secara brutal oleh kelompok G30S PKI yang dipimpin oleh Letkol Untung.

Baca Juga: Kisah Hendrianti Putri Jenderal AH Nasution yang Alami Trauma Berat Pasca Tragedi G30S PKI, Terpaksa Lakukan Ini untuk Proses Penyembuhan

Sementara itu, beberapa jenderal lainnya, termasuk Letjen Ahmad Yani dan Brigjen DI Panjaitan, tewas di tempat ketika pasukan G30S PKI menyerbu rumah mereka.

Suprapto meninggalkan Julie Suparti dan lima anak mereka, yakni Ratna Purwati, Sri Lestari, Pudjadi Setiadharma, Asung Pambudi, dan Arif Prihadi Ajidharma. Peristiwa ini tidak hanya menghancurkan keluarga Suprapto, tetapi juga mengguncang seluruh bangsa Indonesia.

Sepeninggal Suprapto, Julie Suparti berjuang mati-matian untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Banyak Kyai Disembelih, Sikap NU pada PKI di Kabinet Sempat Memancing Amarah Bung Karno hingga Panggil 3 Tokoh

Ia berjualan batik, berdagang es mambo untuk anak sekolah, hingga membuat kue dan berjualan tanaman anggrek untuk menopang kehidupan keluarga.

Letjen Suprapto kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata bersama para korban G30S PKI lainnya. Namanya dikenang sebagai pahlawan revolusi yang gugur demi mempertahankan integritas bangsa. Keberanian, pengabdian, dan pengorbanannya akan selalu tercatat dalam sejarah Indonesia.***

 

Halaman:

Tags

Terkini