SketsaNusantara.id – Sebuah kisah menyentuh datang dari peristiwa tragis Gerakan 30 September 1965 (G30S PKI)
Salah satu korban dari kekejaman ini adalah Letjen Suprapto, yang dijemput paksa oleh pasukan Cakrabirawa pada dini hari 1 Oktober 1965.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi bangsa Indonesia, tetapi juga bagi keluarga terdekatnya, terutama sang istri, Julie Suparti.
Dialnsir SketsaNusantara.id dari laman esi.kemdikbud.go.id, Julie Suparti, disunting Letjen Suprapto pada 4 Mei 1946, di tengah kecamuk perang mempertahankan kemerdekaan.
Suprapto, seorang perwira tinggi Angkatan Darat yang memiliki kedekatan dengan Jenderal Soedirman, dibangunkan dari tidurnya oleh pasukan Cakrabirawa yang datang tanpa penjelasan jelas.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Intel Melayu, Letjen Suprapto, yang saat itu mengenakan piyama dan sarung, bahkan tidak diberi kesempatan untuk mengenakan pakaian dinasnya. Pasukan tersebut mengaku membawa perintah dari Istana untuk segera menghadap Presiden Soekarno, namun kenyataannya membawa Suprapto ke lokasi pembantaian di Lubang Buaya.
Baca Juga: Mengenang Kyai Jufri Marzuki, Pejuang NU yang Ditikam Anggota PKI Tahun 1965 saat Hendak Pengajian
Istrinya, Julie Suparti, kebingungan dengan perintah tersebut. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya yang menunjukkan bahwa suaminya terlibat dalam urusan darurat apapun.
Dengan wajah penuh kebingungan, Julie hanya bisa melepas kepergian suaminya yang berangkat tanpa penjelasan. Letjen Suprapto kemudian dibawa bersama dengan beberapa jenderal lainnya, yang juga menjadi korban penculikan dan pembunuhan oleh pasukan G30S PKI.
Peristiwa ini juga mengguncang Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri dari Mayjen Umar Wirahadikusumah, sahabat sekaligus rekan kerja Suprapto.
Pagi itu, Karlinah yang sudah memiliki janji untuk bertemu dengan Julie, datang ke rumah Suprapto tanpa mengetahui apa yang telah terjadi. Ia berpakaian lengkap dengan seragam Sukwati, sebuah organisasi wanita pendukung ABRI, dan siap untuk mengikuti apel pagi di Parkir Timur Senayan.
Namun, ketika tiba di rumah Suprapto, ia disambut oleh Julie yang dengan bingung mengabarkan bahwa suaminya telah dijemput paksa pada pagi hari oleh pasukan Cakrabirawa.