jelajah

Bak Sudah Ada Firasat, Letjen S. Parman Lakukan Hal ini Sebelum Jadi Korban G30S PKI, Tinggalkan Kenangan Tak Terlupakan bagi sang Istri

Sabtu, 21 September 2024 | 08:00 WIB
Potret Letjen S. Parman beserta istrinya yang menjadi korban kekejaman G30S PKI 1965. (Instagram/pahlawan_1965)

 

SketsaNusantara.id - Letnan Jenderal Siswondo Parman atau Letjen S Parman adalah salah satu Pahlawan Revolusi yang menjadi korban kekejaman G30S PKI.

Kisah hidupnya selalu menarik untuk dibahas, salah satunya soal momen-momen Letjen S. Parman menjelang peristiwa tragis tersebut seperti sudah ada firasat sebelum meninggal dunia.

Dalam buku," Kunang-Kunang Kebenaran di Langit Malam," yang ditulis oleh putera puteri dan saudara pahlawan revolusi menggambarkan bagaimana sosok Letjen S. Parman menjelang peristiwa berdarah 30 September 1965 atau dikenal dengan peristiwa G30S PKI.

Baca Juga: Ikut Berjasa Saat Pemberontakan G30S PKI, Terbongkar Kisah Unik Pierre Tendean, Sengaja Lakukan Ini Biar Jadi Tentara

Istri Letjen S. Parman, Ny. Sumirahayu menuturkan ada sejumlah firasat yang dirasakan suaminya sebelum terjadinya penculikan.

Firasat pertama tampaknya dirasakan setengah tahun sebelum peristiwa G30S PKI, ketika Letjen S. Parman mengajak jalan-jalan istrinya ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Kala itu, Letjen S. Parman melakukan perjalanan dan entah kenapa memutar balik ingin melewati TMP Kalibata dan menghentikan mobilnya sejenak saat berada di tempat para pahlawan kemerdekaan disemayamkan.

Baca Juga: Siapa KS Tubun? Biografi Salah Satu Pahlawan Revolusi, Sosok Paling Beda dari Kesembilan Pejuang G30S PKI

"Wah, ternyata ini Taman Makam Pahlawan. Inilah tempat bahagia bagiku, Jeng. Jika aku gugur nanti, jangan lupa aku bisa dimakamkan di sini dengan batu nisanku nanti ditulis Pejuang Sejati, kata Letjen S. Parman pada istrinya saat itu seperti dikenang Ny. Sumirahayu.

Perkataan itu, tak dirasakan Sumirahayu sebelumnya yang ternyata menjadi salah satu pesan terakhirnya sebelum meninggal dunia.

Beberapa bulan setelahnya, Letjen S. Parman menyerahkan foto yang dibingkainya untuk sang istri dan dibilangnya sebagai peninggalan terakhir.

Baca Juga: Kisah Hendrianti Putri Jenderal AH Nasution yang Alami Trauma Berat Pasca Tragedi G30S PKI, Terpaksa Lakukan Ini untuk Proses Penyembuhan

"Jeng, ini kenang-kenangan untukmu. Hanya foto inilah satu-satunya peninggalanku untukmu," kata Jenderal Parman kepada istrinya dan tak disangka foto berbingkai itu akan menjadi peninggalan terakhirnya sebelum meninggal dunia.

Halaman:

Tags

Terkini